SUMBAWA—Junaidi adalah salah satu pengusaha yang terkena dampak pandemic Covid-19. Pengusaha ikan di Pidang Kecamatan Tarano ini merasakan betul dampak ini dengan menurunnya omzet yang diperoleh dari hasil jual beli ikan eksport dan lokal. Untuk membantu usahanya tetap survive di tengah pandemi, Junaidi yang sebenarnya berasal dari Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Badas ini, membutuhkan tambahan modal.
Ia memilih BRI tepatnya BRI Unit Empang sebagai lembaga perbankan yang dianggap bisa mengatasi persoalannya. Sebab di BRI ada program Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan proses yang mudah dan nyaris tanpa bunga. “Saya dapat pinjaman awalnya 20 juta, lalu naik 30 juta dan sekarang sudah 50 juta. Saking enaknya, saya ketagihan meminjam dana KUR,” ungkap Junaidi.
Dari dukungan KUR BRI, ungkap Junaidi, Ia bisa membuka Kantor Pangkalan di Sape, Bima. Dengan adanya pangkalan ini, pasokan ikan untuk usahanya menjadi maksimal. Suplay ikan pun mampu memenuhi permintaan pasar. “Ada Kakap, Kerapu dan Sungu untuk ikan eksport yang saya kirim ke Bali. Ada juga ikan local yang omzetnya bisa mencapai puluhan juta setiap harinya,” kata Junaidi.
Setelah merasakan manfaat besar dari KUR ini, Junaidi tidak ingin sukses sendiri. Dia pun menjadi agen BRI yang membantu para nelayan untuk mendapatkan akses modal usaha dari dana KUR. Segala proses dan lainnya ditangani tanpa ada biaya tambahan yang dikeluarkan para nelayan.
“Tidak seperti petani, pinjaman KUR untuk pengusaha dan nelayan seperti kami ini penciran KUR dilakukan sekaligus. Karena pinjaman itu langsung kami gunakan untuk usaha. Kalau petani, wajar ada tahapan biar terarah. Bulan 6-7 untuk beli bibit, pupuk dan obat, bulan 11 diberikan untuk biaya tanam. Ini bagus agar pinjaman tidak digunakan selain kebutuhan itu,” jelasnya, sembari berharap Program KUR BRI ini semakin banyak melahirkan pengusaha-pengusaha yang bergerak di berbagai bidang.

Masih Lajang Jadi Pengusaha
Hal senada diungkapkan H. Bambang Hermansyah. Pengusaha muda pengemukan ternak ini sangat merasakan keberadaan KUR dalam mendukung usahanya terutama di masa pandemi. Meski masih terbilang kecil namun progress usahanya terbilang positif.
“Saya sudah tahun menjadi nasabah BRI. Awalnya saya petani jagung, setelah menjadi nasabah BRI Unit Empang, saya memperluas usaha dengan membentuk kelompok penggemukan sapi. Kelompok kami bernama Kelompok Soko Emas. Saya dulunya ketua, sekarang Pembina Kandang,” kata Bambang—tokoh pemuda Jotang Kecamatan Empang yang masih bujang namun sudah menunaikan ibadah haji ini.
Beranggotakan 16 orang, ungkap Haji Bambang, kelompoknya sudah memiliki 30 ekor ternak. Harapannya, jumlah ternak semakin bertambah dan modal usaha yang diberikan BRI melalui dana KUR semakin meningkat. Dengan adanya tambahan pinjaman, Haji Bambang bertekad akan menjadi pengusaha jual beli hasil bumi. (SR)







