SUMBAWA—Sejumlah nasabah BRI Unit Empang selaku penerima program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berada di wilayah Kecamatan Empang dan Tarano, merasa terusik dengan aksi unjuk rasa sekelompok orang di BRI Kantor Cabang Sumbawa, belum lama ini. Pasalnya, kelompok dari sebuah LSM tersebut mengatasnamakan nasabah BRI Unit Empang yang mengeluhkan tentang penyaluran KUR.
“Kami sangat keberatan nama kami dicatut dan dibawa-bawa, karena kenyataannya tidak ada nasabah KUR BRI di Unit Empang yang mengeluhkan soal penyaluran KUR maupun kebijakan yang diambil BRI terkait KUR,” tegas Awaluddin, Ketua Ketua Kelompok Tani Jagung Saling Beme 1, Dusun Kunil, Desa Pidang, Kecamatan Tarano, Jumat (24/12).
Awaluddin menilai apa yang disuarakan sekelompok orang tersebut, untuk kepentingan pribadi semata, namun secara tidak langsung aksinya telah merugikan mereka selaku nasabah.
“Kami kaget setelah melihat dan membaca postingan di facebook terkait aksi unjuk rasa itu. Sementara kami sendiri tidak pernah mengeluhkan soal KUR ataupun pelayanan di BRI Unit Empang. Ini namanya mengada-ada,” timpal Idhamsyah HS, Ketua Kelompok Tani Lenang Rea 2, Desa Gapit, Kecamatan Empang.
Selama ini keberadaan KUR sangat membantu para petani. Selain prosesnya mudah, pinjaman bunganya nyaris nol persen. Bahkan banyak dari mereka yang telah terbebas dari jeratan rentenir.
Idham menyentil yang dipersoalkan kelompok tersebut tentang pencairan KUR yang dilakukan BRI secara bertahap. Menurutnya, cara BRI ini sangat mendidik dan bagian dari pendampingan agar petani dapat memanfaatkan pinjaman KUR tersebut sesuai dengan kebutuhan. Seperti yang mereka alami, KUR dicairkan sebagian pada Bulan Juni—Juli, digunakan untuk pembelian bibit, pupuk dan obat-obatan. Pencairan berikutnya pada Bulan November untuk biaya tanam.
“Ini sudah benar dan mendidik, karena tujuannya, BRI ingin usaha nasabahnya sukses. Jika diberikan sekaligus di awal, kami khawatir dana KUR itu digunakan untuk membeli kebutuhan lain. Bisa-bisa untuk uang muka kredit sepeda motor,” tegas Idham.
Sementara Endra–petani jagung yang juga Ketua BPD Desa Ongko, Kecamatan Empang, meminta lembaga tersebut tidak lagi mendompleng nama mereka untuk kepentingannya. Semua tudingan dan orasi yang disampaikan lembaga itu sangat tidak benar. “Coba sebutkan siapa nasabah di Empang dan Tarano yang mengeluh soal KUR. Jangan asal bilang tanpa data, dan bicara tanpa dasar,” sesal Endra.
Justru dia khawatir aksi demo itu akan berdampak terhadap para nasabah KUR di Empang dan Tarano. “Kami khawatir alokasi KUR untuk wilayah BRI Unit Empang (Empang—Tarano) dikurangi. Dengan berkurangnya alokasi ini, sudah pasti mengurangi pinjaman yang kita ajukan. Ini berbahaya, dan merugikan kami,” tukas anggota Kelompok Tani Bage Manis ini.
Karenanya Ia mengingatkan lembaga dimaksud agar menghentikan aksinya. Ketika aksi itu telah mengusik masyarakat Empang dan Tarano, mereka siap untuk membuat perhitungan. (SR)






