Anggota DPRD Sumbawa Asal Empang—Tarano Dukung Kebijakan BRI Terkait KUR

oleh -719 Dilihat

SUMBAWA—Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin HMS, mendukung kebijakan BRI Cabang Sumbawa untuk mencairkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani secara bertahap. Hal ini menurut wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Empang, Tarano, Plampang, Labangka dan Maronge tersebut, adalah mendidik petani untuk memanfaatkan pinjaman sesuai dengan peruntukan.

Langkah BRI ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan pinjaman. Misalnya menjelang musim tanam, pada Juni—Juli, BRI mencairkan KUR untuk membeli bibit, pupuk dan obat-obatan. Selanjutnya pada November saat hendak menanam, BRI kembali mencairkan KUR untuk biaya tanam.

“Ini artinya pinjaman itu benar-benar digunakan untuk kepentingan usaha pertanian, tidak ada kepentingan yang lain. Misalnya, pinjaman KUR untuk kredit motor, bangun rumah dan lainnya. Ini yang tidak benar,” ujar politisi Golkar ini, Senin (27/12).

Apapun kebijakan BRI, lanjut Bucek—sapaan akrabnya, KUR telah membantu para petani untuk keluar dari kesulitan. Sebab selain persyaratan pinjaman tidak ribet dan sangat sederhana, juga bunganya nyaris tidak ada. “Jadi tidak memberatkan petani,” imbuhnya.

Terlebih lagi masyarakat Empang—Tarano sebagian besar adalah petani. BRI sangat memberikan perhatiannya. Karena dari informasi yang diperolehnya, ungkap Bucek, BRI mengalokasikan dana KUR untuk petani Empang—Tarano mencapai lebih dari Rp 100 milyar. “Pantas saya secara kasat mata saya melihat, pandemic covid ini tidak terlalu berpengaruh terhadap petani di wilayah kami. Mungkin KUR ini yang membantu mereka,” ujarnya.

Hal senada dikatakan M. Nur S.Pd.I Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi PPP. Politisi asal Empang ini sependapat dengan koleganya tersebut. BRI kata Nur, tidak hanya memberikan pinjaman namun juga harus melakukan pendampingan, agar pinjaman tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya. Cara yang dilakukan BRI untuk mencairkan KUR secara bertahap bertujuan untuk menjadi petani itu sukses dalam berusaha.

“Yang dilakukan BRI sudah sesuai, bagaimana nasabahnya itu sukses. Sebab ketika nasabah sukses dalam usahanya, maka secara tidak langsung BRI juga diuntungkan. Artinya ada simbiosis mutualisme,” kata pria yang sudah beberapa kali terpilih sebagai anggota DPRD ini.

Namun lanjut Nur, tidak semua KUR itu dicairkan bertahap. Untuk nelayan, peternak dan UMKM, KUR dicairkan langsung secara keseluruhan. Karena pinjaman KUR itu langsung digunakan untuk membeli ternak ataupun modal usaha. “Kalau untuk ini tidak bisa setengah-setengah, harus sepenuhnya. Ini juga yang diterapkan BRI,” jelasnya.

Intinya, Ia berharap KUR tetap ada karena manfaatnya luar biasa bagi masyarakat kecil yang ingin mendapatkan modal dan mengembangkan usahanya. KUR juga sebagai alternative dalam mencegah petani dan lainnya dari jeratan rentenir.  (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *