114 Peserta Bersaing di Lomba Public Speaking UTS, ini Juaranya

oleh -593 Dilihat

samawarea.com (17 Desember 2021)

SUMBAWA–Kebudayaan memiliki peran dan fungsi yang sentral dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaan telah mengakar (deep-rooted) dalam sendi kehidupan masyarakat. Mencintai keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki merupakan tanggung jawab semua pihak, dan melestarikan kebudayaan bangsa tidak dapat dibatasi oleh usia maupun golongan manapun.

Berbagai kesenian dan kebudayaan telah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu, diwariskan dari generasi ke generasi hingga hari ini menjadi harta yang mahal bahkan tidak ternilai harganya. Tak kalah dengan daerah lain yang ada di Indonesia, Sumbawa adalah salah satu daerah yang sejak lama telah menjadikan seni dan budaya sebagai sendi kehidupan bermasyarakat.

Namun, tidak bisa dipungkiri kemajuan zaman, modernitas yang dinamis menjadikan sedikit demi sedikit kesenian dan kebudayaan tergerus jika tidak ada upaya pelestarian yang dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan kembali kebudayaan tersebut melalui medium yang sesuai dengan generasi kekinian.

Melihat bagaimana pentingnya melestarikan seni dan budaya, UPT School of Public Speaking UTS menyelenggarakan Lomba Public Speaking tingkat SD-SMP se-Kabupaten Sumbawa dan Kamis (16/12) kemarin, telah berlangsung Grand Final. Ada beberapa mata lomba utama yaitu Lomba Pidato dan Batuter tingkat SMP, Lomba Puisi dan Batuter tingkat SD.

Terselenggaranya perlombaan ini merupakan kolaborasi dari tim UTS Mengajar, Sub Direktorat Pengembangan Inovasi dan Akademik, UPT. Perpustakaan dan UPT. UTS School Of Public Speaking (SPS) UTS. Perlombaan ini merupakan puncak dari rangkaian program UTS Mengajar, yang bertujuan menjadi wadah melatih mental dan keberanian pelajar serta berupaya melestarikan kebudayaan Tana Samawa melalui lomba Public Speaking.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph. D dalam sambutannya memberikan semangat dan apresiasi kepada para peserta lomba. “Menang kalah itu bukan tujuan, tetapi bagaimana kita mendukung anak-anak kita ini kemudian bisa mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Anak-anak kita ini memiliki potensi yang sebenarnya tinggi dan sangat besar,” ujarnya.

Menurut Rektor, lomba tersebut hanya sebuah wadah. Melalui wadah ini para peserta bisa mengexplore dirinya. Karena itu temanya ‘Explore Your Mind And Be A Best Speaker’. “Pada kesempatan kali ini kita bisa lihat talenta-talenta baru yang berasal dari sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa yang luar biasa ini. Semangat untuk talenta-talenta muda, kalian akan menjadi agen pelestari kebudayaan Sumbawa,” cetusnya.

Untuk diketahui, Lomba Public Speaking diikuti 114 peserta dari 27 sekolah se-Kabupaten Sumbawa. Para peserta mengikuti babak penyisihan sejak 14-15 Desember 2021, hingga akhirnya unjuk gigi di Grand Final 16 Desember 2021 lalu yang diselenggarakan di Ruang Publik Kreatif-UTS.

Juri dalam Lomba Public Speaking adalah Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa, Sudarli, M.Si, Budayawan Sumbawa Aries Zulkarnain dan Agus Irawan Syahmi, Direktur Direktorat Kerjasama Dalam Negeri UTS Muhammad Iqbal, S.Sos., Dosen UTS M. Syukron Anshori, M.I.Kom dan Kepala UPT. SPS UTS, Egy Permana, S.I.Kom.

Hasilnya, SDN 1 Sumbawa keluar sebagai juara 1 Lomba Puisi tingkat SD, disusul SDN 2 Labuhan Sumbawa juara kedua dan juara 3 SDN 2 Sumbawa. Kemudian lomba Batuter tingkat SD, juara 1 SDN Sebewe, juara 2 SDN Kebayan, dan juara 3 SDN 2 Semamung. Untuk Lomba Pidato tingkat SMP, juara 1 SMP Diponegoro, juara 2 SMP IT Samawa Cendekia, dan juara 3 SMPN 1 Sumbawa Besar. Berikutnya, Lomba Batuter tingkat SMP, juara 1 SMPN 1 Lopok, juara 2 SMPN 3 Moyo Hilir, dan juara 3 SMPN 2 Sumbawa Besar.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dikbud Sumbawa, Sudarli, M.Si sangat mengapresiasi terlaksananya Lomba Public Speaking oleh UTS. “Dari masukan yang kami terima ternyata program UTS Mengajar telah mampu memberi warna kepada satuan pendidikan yang ada. Ada 10 wilayah sebagai sasaran yang kemudian merangsang para guru untuk mau berkreatifitas dan keluar dari zona nyamannya untuk mau meningkatkan kompetensinya,” ungkapnya.

Dikatakan, Program UTS Mengajar melalui lomba Public Speaking ini memberikan ruang bagi anak-anak dan guru untuk dapat mengekspresikan dirinya. “Sehingga kita tidak hanya lebih cenderung memberikan penghargaan kepada prestasi yang sifatnya kognitif saja. Program seperti ini dapat mengangkat mutu kualitas pendidikan di Sumbawa dan juga melestarikan nilai-nilai budaya Sumbawa,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *