Diisukan Warga Ditembak Polisi, Kapolres Lotim: Itu Tidak Benar

oleh -378 Dilihat

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (10 November 2021)

Isu penembakan yang dilakukan anggota polisi dan Brimob saat membubarkan massa dan menyebabkan satu orang terluka, ditanggapi pihak Polres Lombok Timur.

AKBP Herman Suriyono, SIK., MH., didampingi Wakapolres, Kompol Agung Asmara S.IK, Rabu (10/11) menegaskan bahwa isu penembakan tersebut tidak benar. Sebab warga yang terluka itu terkena benda tumpul. Saat itu korban yang terjatuh dibantu oleh anggota polsek dan membawanya ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Sebelumnya saat itu pihak kepolisian Polres Lotim memberikan himbauan kepada masyarakat untuk bubar. Karena tidak membubarkan diri sehingga pihak kepolisian melepas gas air mata. “Terkait dengan pemberitaan yang sudah dikeluarkan, yang mengatakan polisi melepaskan tembakan ke warga dan Brimob yang melakukannya, itu tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan,” tegasnya.

Sesuai hasil visum, ungkap Kapolres, korban diduga terkena benda tumbul. Terdapat luka di bagian tangan, kaki dan sedikit tergores di bagian kepalanya.

Cendera yang dialami korban ini, ungkapnya, karena korban yang sempat lari dan berdesakan dengan banyak orang, membuat korban terjatuh dan terbentur benda tumpul. ” Saya minta tolong agar tidak memberikan informasi yang tidak benar, sesuaikan dengan fakta yang ada,” ujar AKBP Herman, seraya mengaku bersama anggotanya telah menjenguk korban dan keluarga korban.

Kodri—korban yang diisukan tertembak mengakui sempat lari. Namun sata itu sandalnya terlepas. Dia mencoba mengambil sandal itu dengan cara menunduk namun terpeleset hingga terjatuh. “Saya tidak terkena tembakan namun terkena batu entah siapa yang melempar,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *