Tim PHP2D UTS Serahkan Mesin Pengering Ikan untuk Nelayan Labuhan Bajo Utan

oleh -516 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Oktober 2021)

Sebagian besar masyarakat Desa Labuhan Bajo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapannya rata-rata berjenis ikan teri yang kemudian langsung dijual kepada para pengepul dalam kondisi basah.

Jika diperkirakan penghasilan yang didapatkan sekitar Rp. 200.000 per baknya. Sedangkan, untuk penjualan dalam bentuk kering hasilnya mencapai Rp 350.000 per 70 kilogram. Karena itu penjualan dalam bentuk kering sangat menguntungkan. Untuk merubah ikan teri basah menjadi kering membutuhkan waktu lama.

Melihat kondisi ini, Tim PHP2D Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melakukan survey. Terungkap proses pengolahan ikan teri dalam bentuk kering masih menggunakan cara konvensional dengan memanfaatkan tenaga radiasi matahari secara langsung selama 2-3 hari.

Proses ini terkadang menemukan kendala, terutama di musim penghujan yang menyebabkan lamanya waktu pengeringan ikan teri dengan jumlah tangkapan ikan yang banyak. Sehingga diperlukan teknik pengeringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan pengeringan.

Teknik pengeringan yang tepat yaitu menggunakan mesin pengering ikan teri berbahan bakar gas dalam mengoptimalkan waktu yang diperlukan dalam prosesnya.

Untuk itu pemerintah desa berharap dengan adanya alat pengering ikan teri dapat menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi masyarakat terutama yang masih menganggur.

Di antaranya mengembangkan produk ikan teri menjadi produk lain seperti kemasan ikan teri, abon ikan teri, keripik ikan teri dan lainnya. Ini menjadi peluang usaha dalam menumbuhkan wirausaha baru dan meningkat perekonomian masyarakat Desa Labuhan Bajo.

Pemanfaatan mesin pengering ikan teri sangat dibutuhkan oleh nelayan dalam meningkatkan harga jual. Kualitas dan waktu pengeringan lebih tinggi dibandingkan dengan pengeringan konvensional karena temperatur dan waktu pengeringan yang lebih cepat.
Harapan masyarakat dan pemerintah desa setempat dipenuhi UTS.

Melalui Tim PHP2D, menyerahkan alat mesin pengering ikan teri otomatis di Desa Labuhan Bajo sekaligus melakukan seminar kegiatan yang dihadiri Kades, kelompok nelayan, dan dosen.
Kades Labuhan Bajo, Ramli Ahmad mengapresiasi hasil karya mesin pengering oleh mahasiswa UTS khususnya Tim PHP2D UTS.

Ia berharap alat tersebut dapat bermanfaat dalam mengatasi permasalahan masyarakat terutama dalam mengeringkan ikan teri sekaligus menjadi peluang usaha.

“Apa yang kami harapkan tercapai. Dengan adanya alat mesin pengering ikan teri otomatis ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pintanya.

Sementara dalam Pelatihan Peningkatan Manejemen Organisasi dan Keuangan serta Perawatan Mesin pengering, Silvia Firda Utami M.Sc selaku Dosen Teknik Industri menyampaikan materi tentang manajemen organisasi usaha. Seperti cara pembentukan sebuah organisasi dalam memulai usaha baru.

Pemateri lain adalah Ryan Suarantalla MM tentang manegemen pelaporan keuangan, dan Mietra Anggara, MT yang membahas tentang pengoperasian, perawatan mesin pengering dan keselamatan kerja. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *