SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Oktober 2021)
Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyadari tingkat literasi masyarakat memiliki hubungan yang vertikal terhadap kualitas bangsa. Karena itu salah satu misi pemerintahannya dalam mewujudkan visi besar Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban adalah mewujudkan Sumbawa Sehat dan Cerdas melalui peningkatan derajat pendidikan dan kesehatan.
“Sesuai visi dan misi inilah, selaku kepala daerah, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa,” kata Bupati saat menyambut kehadiran Kepala Perpustakaan Nasional RI pada acara Talkshow Indeks Literasi Masyarakat dan Pengukuhan Bunda Literasi di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (6/10).
Ia mengaku bahwa tantangan terberat dalam meningkatkan budaya literasi ini adalah rendahnya minat baca masyarakat. Di Kabupaten Sumbawa, indeks literasi masyarakat masih berada pada kategori rendah, yaitu hanya 51,77 sehingga perlu dilakukan berbagai intervensi yang memadai. “In syaa Allah ke depan, kami menargetkan terjadi peningkatan indeks literasi masyarakat menjadi kategori sedang sampai dengan kategori tinggi,” cetusnya.
Di era digital dewasa ini, lanjut Bupati, budaya berbicara dan mendengar lebih menonjol daripada berliterasi. Sebuah penelitian dari International Education Achievement (IEA) melaporkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca seseorang salah satunya adalah perkembangan teknologi yang kian canggih.
Hal itu ternyata juga bisa membawa dampak negatif dan membuat seseorang lebih memilih menghabiskan waktu dengan gawai canggih daripada membaca. Kurangnya rangsangan untuk membaca dalam mencari informasi, dan kurangnya motivasi untuk rajin membaca mengakibatkan budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar semakin rendah.
Karena siswanya lebih memilih menghabiskan waktu dengan gawai mereka atau malah lebih memilih game, selfie dan video hiburan ketimbang membaca buku yang mengandung nilai moral, budaya, manfaat serta ilmu. Lebih parah lagi, mereka lebih senang menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan daripada di perpustakaan sekolah, atau mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.
Menyikapi itu semua, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya untuk meningkatkan kembali minat baca pada pelajar dan masyarakat dengan lebih intens. Di antaranya melaksanakan kegiatan perpustakaan keliling atau alat teknologi digital lainnya yang mendukung minat baca pelajar dan masyarakat, karena bagaimanapun itu, tidak boleh abai terhadap perkembangan teknologi.
“Dalam hal ini kami minta Dinas Pussip, Dinas Dikbud dan Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa untuk lebih intens melakukan terobosan-terobosan lain yang bisa meningkatkan budaya literasi masyarakat. Optimalisasi gerakan-gerakan literasi pada jenjang pendidikan dasar juga telah kami lakukan, di antaranya dengan menerbitkan Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 5 tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Gerakan Literasi di Sekolah Dasar. Keberadaan Perbup ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun minat baca sejak dini bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Bupati, program one day one page (satu hari satu halaman) juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca bagi siswa, guna memperdalam ilmu dan memperluas wawasan. Kegiatan ini merupakan peningkatan dari kegiatan yang diadakan pemerintah yang mewajibkan membaca 15 menit sebelum memulai pelajaran.
“Dengan one day one page, meskipun hanya 1 halaman setiap harinya, siswa akan mampu menyelesaikan satu buku setebal 100 halaman dalam waktu 100 hari sekolah. Upaya lainnya adalah dengan mewajibkan adanya pojok literasi di setiap kelas yang berisi buku-buku ilmu pengetahuan,” imbuhnya.
Harapannya, ketika seorang siswa sudah terbiasa membaca sejak dini, maka pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan setelah bekerja dan berkeluarga pun menjadi manusia yang hobi membaca. Dengan kata lain, pembiasaan membaca di SD akan menjadi pondasi pada seorang siswa. Ketika membaca telah menjadi hobi, maka hal tersebut akan dilakukan dengan penuh suka cita dan penuh cinta.
“Kami berharap dengan kehadiran Bapak Gubernur dan Bapak Kepala Perpustakaan Nasional RI pada kegiatan hari ini menjadi bukti keseriusan dan komitmen dalam mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Kami juga berharap, pemerintah pusat melalui Perpusnas RI dan pemerintah provinsi dapat mensupport arah kebijakan kami dalam ikhtiar penguatan literasi di Kabupaten Sumbawa, terutama dalam peningkatan kapasitas anggaran perpustakaan, peningkatan sarana dan prasarana, termasuk penguatan kapasitas SDM,” pungkasnya. (SR)






