Mengerikan ! Tiga Tertebas, Polisi Tertembak, Pelaku Tewas Dihakimi Massa  

oleh -539 Dilihat

BIMA, samawarea.com (6 Oktober)

Peristiwa mengerikan terjadi di Dusun Ntandadeu, Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (6/10) siang pukul 11.30 Wita. Seorang pria bernama Sukardin (53) mengamuk. Dengan parang terhunus, pelaku menyerang orang yang sedang menonton TV secara membabi buta. Akibatnya satu orang tewas, dua lainnya mengalami luka tebasan.

Tak hanya itu anggota polisi yang hendak mengevakuasi pelaku dari kepungan massa, ditembak pelaku yang telah merebut senjata api milik polisi tersebut. Pelaku akhirnya tewas setelah dihajar massa.

Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, SIK melalui Kabag Ops, AKP Herman, SH menuturkan, kejadian bermula ketika korban Sri Rahmayati (13) pelajar, Nursadah (20) mahasiswi dan Muhaimin (17) pelajar asyik menonton televisu di rumahnya. Tanpa diduga datang pelaku membawa sebilah parang dan mengamuk kemudian menebas para korban. Mendengar teriakan korban, masyarakat datang dan berusaha menangkap pelaku. Namun pelaku lari ke jalan raya sambil memegang sajam berupa parang.

Dalam waktu singkat datang anggota Polsek Bolo yang dipimpin Bripka Suhendra untuk membantu warga mengamankan pelaku. Setelah anggota bernegosiasi dengan pelaku agar menyerahkan diri, justru ditolak. Malah pelaku berupaya bunuh diri dengan cara menikam perutnya sendiri menggunakan parang yang dipegangnya sampai isi perutnya keluar. “Anggota terus melakukan negoisasi dan akhirnya pelaku mau menyerahkan sajam yang di pegang, sehingga anggota dapat mengamankan pelaku,” kata Herman.

Pelaku pun dievakuasi namun dihadang dan dilempar massa yang merangsek ingin menghakimi pelaku. Anggota pun berusaha menyelamatkan pelaku. Pelaku pun berontak lalu merampas senpi anggota. Kemudian pelaku melakukan penembakan ke arah Bripka Suhendra, sehingga mengalami luka tembakan di bagian belakang kepala.

Untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak, mengingat pelaku menguasai senpi, sehingga anggota lain melakukan penembakan guna melumpuhkan pelaku. Seketika pelaku terjatuh dan anggota langsung mengamankan senpi dari tangan pelaku. Ketika pelaku hendak dibawa ke Rumah Sakit Sondosia, massa bergerak menghajar pelaku.

Akhirnya pelaku meninggal dunia di halaman Rumah Sakit Sondosia. “Saat ini anggota kita Bripka Sehendra sedang dirawat dan rencana akan di rujuk ke Mataram,” pungkas Herman.

Selanjutnya untuk meredam kejadian tersebut tindakan yang dilakukan Polres Bima yaitu melakukan pengamanan TKP serta barang bukti dan evakuasi korban menuju rumah sakit. “Untuk menjaga situasi tetap kondusif kita berkoordinasi dengan TNI, pemerintah serta tokoh masyarakat setempat,” ucapnya (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *