SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Oktober 2021)
Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Chairul Hudaya Ph.D bersama Ketua DPRD Sumbawa, A. Rafiq SH, Wakil Ketua DPRD, Nanang Nasiruddin SAP, Ketua Badan Kehormatan DPRD, Muhammad Yamin SE., M.Si, Ketua Komisi I DPRD, Syaifullah SH dan Anggota DPRD, Muhammad Faisal SAP, menjajal kawasan Olat Maras, menggunakan sepeda motor listrik buatan NgebUTS.
Dari jalan berbukit dan berbatu hingga beraspal dilalui dengan penuh semangat. Puluhan kilometer ditempuh dalam waktu satu jam. Ujicoba sepeda motor listrik buatan NgebUTS ini dilakukan para wakil rakyat beserta staf ahlinya ini, sebagai rangkaian dari Launching Solar—Powered Charging Station oleh NgebUTS bersama DPRD Sumbawa, pagi tadi.
“Asyik juga mengendarai sepeda motor listrik ini. Ternyata kemampuan jelajahnya luar biasa,” kata Nanang—akrab Wakil Ketua DPRD Sumbawa.
Ditambahkan Syaifullah, keberadaan motor listrik yang berhasil diciptakan UTS bersama Tim NgebUTS ini menjadi kebanggaan daerah. Tentunya inovasi teknologi tersebut patut didukung dan diberikan apresiasi. “Sukses selalu buat UTS dan NgebUTS, kami siap memberikan dukungan,” ucap politisi PKS ini.
Hal senada dikatakan Ketua BK, Muhammad Yamin SE., M.Si. Ia mengaku salut dengan inovasi UTS karena mampu menciptakan transportasi yang ramah lingkungan sesuai kondisi saat ini maupun masa mendatang. “Kita akan dukung UTS untuk terus mengembangkan teknologi ini, bahkan mensyiarkan bahwa transportasi ramah lingkungan telah lahir di Sumbawa,” cetusnya politisi Hanura ini.
Sementara Ketua DPRD Sumbawa, A. Rafiq SH mengaku tidak membayangkan sepeda motor listrik bagus dan berkualitas adalah produksi anak negeri di Kabupaten Sumbawa. Ia pun mengapresiasi inisiasi UTS untuk menciptakan motor listrik sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan.
Karenanya penggunaan motor listrik ini akan dimulai di DPRD Sumbawa dan berharap menjadi contoh bagi instansi lain agar melakukan hal yang sama. Selain ikut berpartisipasi untuk meminimalisir emisi dan polusi udara, juga sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil karya anak bangsa khususnya di Kabupaten Sumbawa.
“Kita akan terus mendorong kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini, dan tetap berharap ke depannya ada inovasi lain dihasilkan UTS yang pastinya membanggakan daerah ini,” pintanya.
Dalam kesempatan itu, Direktur NgebUTS, Ahmad Jaya, S.Pd., MT, menyebutkan ada 7 type sepeda motor listrik yang dihasilkan Tim NgebUTS. Di antaranya Type Elang, Type Maras, Type Dea Mas, perpaduan Type Dea Mas dan Maras, serta Type Gemilang. Sepeda motor listrik ini masih dirancang dengan kecepatan normal 25 kilometer per jam. Hal ini untuk keamanan dan bisa digunakan oleh anak-anak.
Meski demikian kemampuan jarak tempuh bisa mencapai 37 kilometer tanpa dikayuh. Ke depan kecepatannya akan ditambah. “Kami akui masih banyak kekurangan dan terus dievaluasi untuk perbaikan dalam penyempurnaannya. Kami membuka layanan service 1-2 tahun untuk mengakomodir keluhan konsumen,” kata Jaya.
Diakui Jaya, saat ini pihaknya tengah mengerjakan pesanan dari Pemprov NTB dan pihak lainnya. Ada 100 unit pesanan dan yang sudah dikerjakan baru mencapai 70 unit. Namun permintaan itu belum mampu dipenuhi secepatnya karena keterbatasan personil. Ia berharap ke depan semakin banyak bengkel-bengkel yang menjadi mitra NgebUTS dalam memproduksi sepeda motor listrik ini, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan, dan permintaan masyarakat dapat cepat dituntaskan.
Sementara Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D mengatakan, bahwa kehadiran motor listrik ini benar-benar inovasi yang dibangkitkan oleh tenaga-tenaga profesional asli putra daerah Sumbawa. Motor listrik tersebut dibuat dan dipabrikasi oleh Tim NgebUTS bekerjasama dengan industri kecil menengah (IKM) lokal yakni bengkel-bengkel warga sekitar sebagai mitra.
Sepeda motor listrik ini juga diciptakan untuk moda transportasi yang ramah lingkungan. Dalam penggunaannya sangat hemat, terutama dalam pengisian bahan bakarnya. Jika dilakukan secara konvensional yakni menggunakan tenaga listrik dengan cara baterainya di-charge, biayanya sangat murah hanya Rp 1000. Namun demikian sudah bisa menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer.
Ada juga menggunakan Solar—Powered Charging Station, yang saat ini sedang dibuat oleh tim NgebUTS. Dengan menggunakan solar ini, biayanya gratis, karena berasal dari sinar matahari.
Di bagian lain, Rektor memberikan apresiasi kepada semua pihak terutama DPRD Kabupaten Sumbawa yang mensupport UTS untuk melahirkan regulasi sehingga sepeda motor listrik ini dapat diproduksi secara massal. Sebab sekarang ini dunia sudah mengenal Sumbawa sebagai salah satu produsen sepeda motor listrik di Indonesia. Ini menjadi momentum yang tepat untuk mengembangkan sepeda motor listrik. Yang membanggakan lagi, sepeda motor listrik ini adalah produk lokal. “Sesuai dengan visi Gubernur NTB, bahwa industrialisasi harus hadir di tengah-tengah kita. Inilah yang harus kita lakukan,” pungkasnya. (SR)






