SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 September 2021)
Sejumlah masyarakat di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas elpiji ukuran 3 Kg. Kondisi ini berlangsung selama dua pecan.
Informasi yang dihimpun Wartawan samawarea.com Biro Sumbawa Timur, bahwa kesulitan tabung gas bersubsidi itu diduga disebabkan meningkatnya penggunaan gas elpiji di sektor pertanian untuk menghemat bahan bakar penyedotan sumur bor. Kemudian, ketersediaan pasokan tabung gas berkurang.
“Sejak dua pekan terakhir kami kesulitan mendapatkan tabung gas melon. Bahkan, untuk mendapatkan tabung gas elpiji itu harus mencari keluar kecamatan ke Empang dan Lape “Semua tempat kosong, tidak ada gas elpiji,” kata salah seorang warga, Selasa (14/9).
Selain langka, saat ini harga gas elpiji tiga kilogram juga mengalami kenaikan. Harga sebelumnya Rp 17—20 ribu per tabung naik menjadi Rp 25 ribu. “Saya bingung juga kok sekarang susah dicari. Kalaupun ada barangnya, harga tabung gas kilogram naik. Karena kebutuhan, mau enggak mau kami beli meski harga mahal,” ujarnya.
Sementara Yuli Fatmawati salah seorang ibu rumah tangga, mengaku hampir setiap hari berkeliling mencari tabung gas 3 Kg. Sebab penggunaan gas jauh lebih hemat daripada minyak tanah yang kini harganya cukup mahal. Ia mendesak pihak terkait untuk melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga di pasaran. (SR)






