Dongkrak Jumlah Siswa, SMK Brang Ene Perkuat Sinergi dengan UTS dan Masyarakat   

oleh -436 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (14 September 2021)

Jumlah Siswa yang mendaftar di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Pertanian Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) setiap tahunnya mengalami penurunan. Salahn satu upaya yang dilakukan sekolah agar diminati, di antaranya memperkuat sinergi dengan masyarakat. Dari sinergi ini diharapkan dapat meyakinkan masyarakat bahwa SMK di Brang Ene juga berkualitas.

Ditemui samawarea.com, Senin (13/9), Kepala SMK Brang Ene, Nurul Jihad M.Pd mengaku baru pindah menjadi kepala sekolah di SMK Pertanian ini. Sebagai pejabat baru, Ia berkomitmen untuk memajukan sekolah tersebut dengan melahirkan lulusan yang kualitas.

Sejak menjabat sebagai kepala sekolah, Nurul menganalisasi tentang SMK tersebut, dan menemukan fenomena yang tidak bisa dianggap sepele. Yaitu adanya tren penurunan siswa yang setiap tahunnya sehingga ini menjadi perhatian. Tren ini disebabkan karena kurang kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah itu sendiri, sehingga tidak menjadi prioritas untuk menyekolahkan anaknya walaupun secara jarak lebih dekat.

Di samping itu pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas sekolah dengan memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. “Dalam memperkuat sinergitas kami melibatkan pemerintah desa dan masyarakat untuk sama sama membangun SMK Brang Ene ini agar lebih maju,” imbuhnya.

Ia mengaku bersyukur karena setelah bersilaturrahmi, semua masyarakat dan pemerintah desa sangat mendukung penuh demi kemajuan sekolah. Bahkan mereka siap bergotong royong untuk pagar sekolah yang saat ini tidak layak.

“Untuk memperkuat silaturrahmi dengan masyarakat, kami membuat pelatihan pertanian untuk orang tua siswa yang profesinya sebagai petani, dengan menghadirkan pemateri dari Universitas Teknologi Samawa (UTS) jurusan pertanian yang dihadiri langsung oleh Dekan Pertanian, dan juga pemateri dari BPTP. Langkah ini kita lakukan agar semua masyarakat merasa memiliki sekolah ini,” tandasnya.

Selain sinergitas dengan masyarakat, lanjutnya, pihaknya terus berbenah terutama di internal, terkait kualitas tenaga pendidik. Karena sekolah ini merupakan SMK pertanian, Ia meminta semua guru setiap mata pelajarannya disinergikan dengan pertanian, baik itu Bahasa Inggris, agama dan lain-lain.

“Kalau guru tidak bisa mensinergikan ilmunya dengan pertanian maka saya anggap mereka gagal dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan kapasitas guru juga kami melakukan kerjasama dengan UTS untuk kuliah lanjut Pasca Sarjananya dan UTS setuju. Keuntungannya setiap guru yang kuliah lanjut hanya dikenakan biaya setengah dari biaya umum,” jelasnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan UTS untuk siswanya yang akan melanjutkan pendidikan S1. Dalam perjanjian ini, siswa SMKN Brang Ene akan diprioritaskan kuliah di UTS. “Saya berharap ini semua bisa berjalan dengan baik agar lulusan SMK Brang Ene berkualitas dan bisa memberikan solusi bagi peningkatan pertanian di Sumbawa Barat,” pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *