SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Agustus 2021)
Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat, baik di kota maupun desa. Banyak yang mengeluh dan berhenti aktivitasnya karena pandemi Covid-19. Melihat hal ini, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengadakan kegiatan pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam meningkatkan kualitas sayur organik dan pemasaran produk di Desa Orang Bawa, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 31 Juli–1 Agustus 2021 ini dibiayai dana hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam skema Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS).
Program ini terlaksana atas inisiatif dari dosen UTS terdiri dari Ofi Hidayat, M.I.Kom (ketua) serta Apriadi MA dan Chairul Anam Afghani MP (anggota). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PKK beserta anggota, kepala desa dan perangkat desa serta perwakilan Karang Taruna.
Ketua Tim, Ofi Hidayat, M.I.Kom kepada media ini mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terutama ibu-ibu PKK di masa pandemi covid-19. Harapannya, para peserta memahami cara menanam sayur organik yang berkualitas, mampu mengolah menjadi produk unggulan desa serta dapat memasarkan dengan maksimal dengan memanfaatkan teknologi.
Diakuinya, Desa Orang Bawa dipilih sebagai lokasi program, karena kelompok PKK aktif dan mampu memanfaatkan lahan pekarangan menjadi produktif dengan menanam sayur organik.
“Ibu-ibu PKK di Desa Orang Bawa Kecamatan Utan adalah kelompok PKK yang aktif, salah satu kegiatan yang dimotori oleh PKK yaitu meningkatkan produktivitas ibu-ibu yang memiliki cukup banyak waktu luang untuk menanam sayuran organik kemudian menumbuhkan minat berwirausaha agar bisa meningkatkan taraf ekonomi,” jelasnya.
Acara ini dibagi menjadi tiga sesi. Hari pertama diisi materi tentang teknologi farming dan inovasi olahan produk yang disampaikan oleh Lukman Azis, M.Sc bersama Chairul Anam Afghani, MP. Hari kedua kedua, kegiatan pelatihan desain dan kemasan produk oleh Ofi Hidayat, M.I.Kom dan sesi terakhir ditutup dengan materi yang disampaikan oleh Apriadi, MA tentang pemasaran produk secara online.
Ketua PKK, Ny. Salma berharap program ini dapat mendorong kelompok PKK dan ibu-ibu untuk terus produktif dan memahami serta mempraktekkan cara menanam sayur maupun memberikan nutrisi yang sesuai serta dapat menghasilkan sayur berkualitas.
Selain itu dapat mengemas dan mengolah menjadi produk yang unggul di Desa Orang Bawa, di samping produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara optimal dengan memanfaatkan pemasaran online. (SR)






