Terhimpit Ekonomi, Seorang Petani Gantung Diri  

oleh -331 Dilihat

LOMBOK BARAT, samawarea.com (18 Agustus 2021)

Bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi. Kali ini di Dusun Montong Lauk, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Seorang petani berinisial SH ditemukan tewas tergantung dengan tali terjerat di leher, Selasa (17/8) pagi pukul 07.00 Wita. Korban ditemukan di kamarnya oleh keluarganya. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena depresi akibat himpitan ekonomi.

Kanit Reskrim Polsek Narmada, IPDA Ahmad Taufik, Selasa (17/8) mengaku saat menerima laporan langsung menuju lokasi. Saat tiba di lokasi Tim Polsek yang dipimpin Wakapolsek, IPTU Gusay, mendapati jasad korban udha diturunkan keluarga. Bersama Tim Identifikasi Polresta Mataram dan tim medis, pihak Polsek melakukan olah TKP dan visum terhadap jasad korban.

Dari hasil visum, terdapat luka lebam pada leher, menguatkan bahwa korban meninggal akibat gantung diri. Tidak ada ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan fisik.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban semasa hidupnya mengalami depresi karena faktor ekonomi. “Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat berkeluh kesah dengan keluarganya tentang himpitan ekonomi yang dialaminya,” ujar IPDA Ahmad Taufik.

Istri dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukannya autopsi terhadap jenazah. Mereka sudah mengikhlaskannya sebagai ujian. Selanjutnya jasad korban dimakamkan usai Sholat Ashar. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *