Disekolahkan Pemda, 4 Dokter Spesialis Pulang ke KSB

oleh -373 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (31/5/2021)

Sebanyak empat dokter PNS di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang telah mengambil sekolah spesialis, akan menyelesaikan pendidikan spesialisasinya pada tahun 2021 ini. Keempat dokter PNS yang disekolah dan dibiayai Pemda Sumbawa Barat ini adalah Dokter Spesialis Radiologi, Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Spesialis Bedah dan Dokter Spesialis Patologi Klinik.

“Dengan pulangnya keempat dokter spesialis tersebut, akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Sumbawa Barat,” kata Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr. Carlof Sitompul belum lama ini.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, ungkap dr. Carlof, sejak Tahun 2016 lalu telah menyekolahkan para dokter ASN untuk mengambil spesialis. Hal itu dilakukan untuk memperkuat pelayanan dalam jangka panjang. Dengan adanya tambahan dokter spesialis, maka akan menjawab kebutuhan rumah sakit yang masih membutuhkan tambahan tenaga dokter spesialis.

“Memang kendala kita dari dulu, adalah mendatangkan tenaga dokter spesialis dalam jangka waktu panjang. Karena yang ada saat ini masih sifatnya temporary. Dimana dokter dikontrak dalam jangka waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Ketika kontrak habis, maka berhenti pelayanannya. Nah, kita kembali lagi melakukan rekrutmen kontrak kerjasama dengan swasta, Kemenkes dan pihak ketiga,” bebernya.

Selain tambahan empat dokter spesialis di tahun 2021, dr. Carlof juga berharap Dokter Spesialis THT dan tambahan Dokter Spesialis Jiwa bisa terpenuhi dalam jangka waktu segera. Untuk Dokter Spesialis Jiwa, sudah ada yang PNS. “Jika dokter PNS yang sekolah spesialis lulus ujian, maka di tahun 2022 kita juga punya dua dokter spesialis jiwa yang masa kerjanya panjang di KSB,” imbuhnya.

Sementara untuk pelayanan THT, diakui dr. Carlof, sudah ada dokter yang berkeinginan mengabdi di RSUD Asy Syifa’. Namun pihaknya belum menerima. Hal itu disebabkan waktu kerja yang sangat terbatas. Dimana dalam seminggu, hanya satu hari dokter tersebut berada di KSB.

“Untuk THT kita belum menerima yang sifatnya temporary, karena waktu kerja yang sangat terbatas. Misalnya dokter datang Hari Sabtu dan pasien amandel dioperasi di hari itu juga. Di hari minggu, dokternya sudah tidak ada. Jadi tidak maksimal. Belum lagi operasi sinus, telinga, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Disamping pelayanan lainnya, pelayanan THT kedepan tetap akan menjadi prioritas untuk dipenuhi. Karenanya, RSUD Asy Syifa terus berupaya meningkatkan pelayanan membangun kerjasama dengan berbagai pihak. Tentunya dengan harapan semua pelayanan bisa tercover meski secara perlahan. (HEN/SR/**)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *