SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27/5/2021)
“Mewujudkan NTB Hijau Perspektif Pemerintah Kabupaten Sumbawa” menjadi topik kegiatan Workshop Bagi Hasil Kelompok Kemitraan Kehutanan BKPH Batulanteh, yang digelar di Hotel Grand Samota Sumbawa, Kamis (27/5).
Kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan berjalannya Proyek II Forest Investment Program (FIP II) Kementerian Lingkungan Hidup. Hadir dalam Workshop tersebut di antaranya Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Kepala Balai KPH Batulanteh, dan peserta dari mitra kerja KPH Batulanteh.
Bupati Sumbawa, diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDA dan Kemasyarakatan, Drs. Zainal Abidin, saat membuka secara resmi sekaligus menjadi narasumber menyampaikan bahwa salah satu program jangka pendek Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban, adalah meningkatkan kebersihan, keindahan taman, dan ruang terbuka hijau, serta penanganan sampah.
Menurutnya, implementasi Program NTB Hijau dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2021–2026 dalam Misi ke-5 Sumbawa Tangguh dan Berkelanjutan, yakni menyelenggarakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Adapun implementasi pembangunan berwawasan lingkungan di Kabupaten Sumbawa, sebutnya, adalah Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup serta Peningkatan Pengendalian Polusi, Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam, dan Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.
Lebih jauh dijelaskan, bahwa sektor kehutanan mampu menyokong perekonomian daerah dan nasional. “Hutan mampu mendukung kelestarian lingkungan dan mengurangi terjadinya bencana,” imbuhnya.
Implementasi Program NTB Hijau dalam setiap level pemerintahan (kabupaten, kecamatan, dan desa), diharapkan dapat mewariskan kebahagiaan bagi generasi mendatang. Ditambahkannya, keterlibatan dalam mendukung Program NTB Hijau, merupakan bentuk kontribusi dalam mengatasi persoalan pemanasan global. “Sinergi yang baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat, menjadi kunci berhasilnya Program NTB Hijau,” tutup Drs. Zainal Abidin. (SR/**)





