Gandeng Perusahaan Prancis, RSUD Sumbawa Bangun Pabrik Tabung Oksigen

oleh -739 Dilihat
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri

Dipersembahkan untuk Program 100 Hari Mo–Novi

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30/4/2021)

RSUD Sumbawa membuat gebrakan di awal kepemimpinan Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd (Mo-Novi). Pada program 100 hari pemerintahan Mo—Novi ini, RSUD Sumbawa menjalin kerjasama dengan ISM–perusahaan asal Perancis untuk memproduksi tabung oksigen.

Inovasi dalam kerjasama yang dilakukan dr. Dede Hasan Basri beserta jajarannya ini, untuk menjawab tingginya kebutuhan gas oksigen bagi pasien tidak hanya di RSUD namun juga di seluruh puskesmas wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Insya Allah pembangunan pabrik tabung oksigen ini akan diresmikan Bulan Juli 2021 mendatang, dan menjadi bagian 100 hari kerja pemerintahan Mo-Novi,” ungkap Direktur RSUD, dr Dede Hasan Basri di ruang kerjanya, Jumat (30/4) pagi.

Diakuinya, kebutuhan tabung oksigen untuk saat ini sangat tinggi. Disebutkan dr Dede, untuk pasien covid, sehari dibutuhkan 30 tabung oksigen. Dan dalam sebulan RSUD membutuhkan 1000 tabung oksigen, belum termasuk di puskesmas-puskesmas. Untuk oksigen satu tabung saja, ungkap dr Dede, dibeli seharga Rp 235 ribu.

Mengingat tingginya kebutuhan dan anggaran daerah yang terbatas, tentunya akan menjadi persoalan dalam hal pelayanan jika tidak dicarikan solusinya. Karena itu sikap responsif untuk meretas persoalan ini sangat diperlukan.

Pola kerjasama dengan pihak ketiga yang dilakukan jajarannya sambung dr. Dede, menjadi salah satu upaya dari solusi tersebut. Selain kebutuhan oksigen bisa tercukupi, secara bisnis menguntungkan daerah dalam hal ini RSUD Sumbawa.

“Kita hanya sediakan tempat yaitu di lahan RSUD Sering. Semua peralatan dan biaya pembangunan pabrik itu ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Kita tidak keluarkan biaya sepeserpun,” kata dr Dede yang didampingi Kabag TU, Abdul Malik A.Md dan Kasi Pelayanan, Hardiansyah A.Md.Kep.

Sistem yang disepakati adalah bagi hasil dengan skema 75% untuk perusahaan (pihak ketiga) dan 25% untuk daerah (RSUD Sumbawa). Ini akan berlangsung selama 8 tahun, setelah itu pabrik oksigen akan menjadi milik daerah sepenuhnya.

Terkait dengan pembangunan pabrik oksigen ini, dr Dede mengaku sudah melaporkannya kepada Bupati Sumbawa. Selain itu telah menggelar pertemuan dengan Dikes Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan oksigen di semua puskesmas. Karena oksigen yang dihasilkan nanti memiliki kualitas 99%.

“Doakan kami agar tidak ada hambatan dalam realisasinya. Insya Allah kami akan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebagaimana predikat yang telah diberikan BPJS kepada RSUD Sumbawa sebagai rumah sakit paling berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN—KIS Kategori Rumah Sakit Kelas C Tingkat Kantor Cabang Bima,” demikian dr Dede.

Untuk diketahui, inovasi yang dilakukan dr. Dede dan jajarannya bukan itu saja. Sebelumnya RSUD menjalin kerjasama dengan PT Gracia–perusahaan asal Jakarta untuk pengadaan alat CT—Scan (Computerized Tomography Scan), awal Januari 2021 lalu.

Keberadaan alat tersebut kini telah dirasakan manfaatnya. Masyarakat Sumbawa tidak lagi ke Mataram hanya untuk melakukan pemeriksaan beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, jantung, stroke, gangguan ginjal, hipertensi dan sebagainya, karena sudah bisa dilayani di RSUD Sumbawa. Bahkan pasien dari luar Sumbawa seperti Bima, Kota Bima, Dompu dan Sumbawa Barat datang melakukan pemeriksaan CT-Scan ke RSUD Sumbawa.

Ada ratusan pasien dilayani setiap bulannya, dan terus mengalami peningkatan. “Dari 200-an orang pada bulan lalu, kini sudah meningkat menjadi 300-an setiap bulannya. Sebagian besar pasien berasal dari luar daerah,” tambah Hardiansyah, Kasi Pelayanan RSUD Sumbawa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *