Yayasan Kebon Sepatu Bangun Sekolah Perkapalan di UTS

oleh -596 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29/3/2021)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah menandatangani MoU dengan Yayasan Kebon Sepatu, Minggu (28/3) kemarin. Yayasan Kebon Sepatu adalah salah satu badan amal yang dibentuk oleh Ir. Bart Draijer dan Akke De Jong asal Belanda yang memiliki visi menjembatani masyarakat dari ketergantungan dan keterbatasan untuk tumbuh mandiri dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, sosial, budaya, akademik dan ekonomi.

Sebelumnya beberapa projek Yayasan Kebon Sepatu telah berjalan sejak tahun 2013 sampai sekarang. Saat ini, salah satu projek utama yang digadang adalah Sekolah Perkapalan bagi siswa usia 15-18 tahun. Hebatnya UTS dipilih sebagai salah satu tempat sekolah swadaya yang akan dikerjakan ini. Langkah awal untuk mewujudkannya adalah penandatanganan MoU antara UTS dan Yayasan Kebon Sepatu.

Penandatanganan MoU ini langsung oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D, dengan Pendiri Yayasan Kebon Sepatu Ir. Bart Draijer (Commissioner-Head of Research, Design & Build) dan Akke De Jong (Liaison Officer & Treasurer), didampingi oleh Yulia sebagai Manager Officer dari PT. Sasak Studio Sejati PMA.

Hadir menyaksikan, Wakil Rektor I Abdul Hadi Ilman, SE., MPP, Wakil Rektor III Khotibul Umam, S.Si.,M.Sc, Wakil Rektor IV Nurul Izzati, S.Si.,M.Sc, Sekretaris Universitas Nurul Hudaningsih MT, serta segenap civitas akademika UTS.

Turut hadir para kepala sekolah dari SMKN 1 Alas, SMKN 1 Tarano, dan SMKN 1 Plampang. Ketiga sekolah kejuruan tersebut memiliki koor bidang kelautan dan pelayaran. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman 200 pohon Bambu Gua Dua di sekitar kawasan UTS.

Bentuk komitmen dari kedua belah pihak adalah menginisiasi kolaborasi di bidang perkapalan berbasis sustainability (berkelanjutan). Direncanakan penggunaan bahan ramah lingkungan yaitu Bambu Gua Dua untuk badan kapal. Untuk itulah pihak UTS, Yayasan Kebon Sepatu dan segenap tamu undangan melakukan penanaman bambu tersebut di lingkungan UTS.

“Kedepan, pembuatan kapal ramah lingkungan ini akan menjadi pusat pelatihan, penelitian dan pengajaran bukan hanya untuk civitas akademika UTS tetapi juga siswa/siswi SMK di Kabupaten Sumbawa,” kata Rektor UTS Chairul Hudaya dalam sambutannya, seraya menyatakan bahwa MoU dan penanaman bambu ini adalah langkah awal untuk memperluas jaringan kolaborasi tidak hanya dengan Yayasan Kebon Sepatu tapi juga kolaborasi UTS (Indonesia) dengan Eropa (unit terkait). Dan UTS berkomitmen untuk mengimplementasikan rencana-rencana yang telah disepakati oleh kedua pihak. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *