Pandemi Covid, Dinas Ketahanan Pangan Himbau Petani Perhatikan Stok Gabah

oleh -813 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (7/3/2021)

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat menghimbau masyarakat untuk memperhatikan stok gabah di musim pandemic pada musim panen gabah pertama ini. Pasalnya saat ini kondisi perekonomian di Kabupaten Sumbawa Barat kian lemah.

“Kalau biasanya petani menjual hasil gabahnya sampai di angka 70% dari hasil panen, diharapkan tahun ini menyetok gabahnya lebih banyak lagi karena kita tidak tahu sampai kapan kondisi pandemi ini akan berakhir,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa Barat, H. Muslimin kepada media ini.

Setiap tahunnya ungkap Muslimin, Dinas Ketahanan pangan memprogramkan pengadaan lumbung pangan tempat stok hasil pertaniannya terutama gabah. Karena di lapangan masih banyak petani yang kesulitan untuk menyimpan gabahnya karena tidak memiliki lumbung. “Melihat kondisi ini kami terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan lumbung tersebut,” katanya.

Selain pandemi pihaknya juga harus mengantisipasi kemarau panjang. Seperti kondisi sekarang ini, musim penghujan terlambat datang dan telat berakhir. Seharusnya Februari sudah masuk musim kemarau tapi sampai musim panen tiba hujan masih ada, sehingga banyak padi yang kurang bagus. Cuaca seperti ini yang tidak bisa dipastikan mengingat kondisi alam yang tidak menentu.

Demikian dengan musim tanam kedua ini, masih menjadi pertanyaan apakah bisa menanam padi lagi atau tidak, sehingga kemungkinan terburuk harus disiapkan.

Namun masyarakat KSB setiap tahunnya mereka sudah sadar. Mereka selalu ada stok gabah minimal dari musim panen pertama sampai musim panen kedua. Pada musim panen kedua di-stok untuk musim panen selanjutnya sehingga setiap tahunnya masyarakat tidak pernah kekurangan stok.

“Kami juga di dinas setiap tahunnya selalu ada stok pangan. Tahun ini kita ada stok cadangan pangan 31 ton, dan setiap tahunnya kita swasembada pangan, namun karena kondisi pandemi dan cuaca tidak menentu kita harus selalu antisipasi kondisi terburuk agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *