DKP Yakin Tidak Ada Gejolak Meski Kuota Pangan Daerah Belum Terpenuhi

oleh -256 Dilihat

samawarea.com (17 Maret 2021)

SUMBAWA BARAT–Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumbawa Barat, mengaku daerah masih kesulitan memenuhi kuota cadangan pangan sebesar 80 persen. Minimnya anggaran yang diberikan menjadi faktor utama serta pemenuhan terhadap kuota dimaksud dianggap belum mendesak, karena masyarakat juga tetap menyediakan pangan secara mandiri.

Kepala DKP, Ir. H. Alimin M.Si kepada samawarea.com, mengakui belum terpenuhinya cadangan pangan daerah sebesar 80 persen. Bahkan yang terpenuhi saat ini baru sekitar 40 ton dari seharusnya 70-80 ton.

Meski demikian, pihaknya tidak khawatir karena dari tahun ke tahun cadangan pangan tidak pernah habis. Bahkan angka yang masih tersedia saat ini sekitar 40 ton diketahui pengadaannya sejak tahun 2010 hingga 2021 tetapi tidak belum juga habis.

“Memang kuota cadangan pangan daerah masih belum bisa kita penuhi, tetapi kami menjamin dengan cadangan yang ada tidak akan menjadikan daerah kita mengalami kelangkaan beras,” imbuhnya.

Jika dipaksakan lanjutnya, untuk mencukupi cadangan pangan daerah bisa saja dilakukan meski kekurangan anggaran. Tetapi belajar dari tahun-tahun sebelumnya beras cadangan pangan ini tidak pernah tersalurkan secara maksimal. Apalagi stok pangan yang tersedia saat ini, pengadaannya sejak tahun 2010 lalu. Bahkan dari 40 ton yang tersedia, hanya mampu terserap sekitar 4 ton untuk penanganan gempa bumi.

“Kita tetap akan mengupayakan agar cadangan pangan daerah tetap tersedia dan tidak habis, karena jika sampai habis maka akan menimbulkan hal yang tidak kita inginkan. Kami juga tetap akan berkoordinasi dengan Bulog untuk tetap memantau kondisi cadangan pangan supaya bisa langsung disikapi ketika terjadi bencana,” pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *