Diikuti 13 Negara, UTS Tuan Rumah Penyelenggara Konferensi International APO 2021

oleh -333 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10/3/2021)

Asian Productivity Organization (APO) adalah organisasi antar pemerintah yang didirikan pada tahun 1961 yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di kawasan Asia Pasifik secara mutual kerja sama. APO berkontribusi pada pembangunan sosio-ekonomi berkelanjutan daerah melalui layanan konsultasi kebijakan dan upaya peningkatan kapasitas kelembagaan. Karena itu setiap tahunnya digelar konferensi APO. Acara tahunan tersebut diselenggarakan bertujuan untuk menambah pengetahuan penyebaran isu-isu paling mendesak yang dihadapi masyarakat.

Ancaman perubahan iklim terhadap mata pencaharian, ketahanan pangan, dan produktivitas merupakan isu vital bagi anggota APO. APO yang berkantor pusat di Tokyo, senantiasa menyebarkan informasi tentang teknologi inovasi, kebijakan serta membagikan gagasan dan praktik terbaik untuk dapat meningkatkan produktivitas dalam perubahan iklim.

Pada tahun ini Indonesia dipilih sebagai tuan rumah Konferensi International APO 2021. Mengusung tema “Climate-Resilient Agriculture“, APO yang bekerjasama dengan Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian RI mempercayakan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sebagai panitia penyelenggara konferensi.

Konferensi internasional ini bagian dari program APO untuk mengatasi perubahan iklim dan memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya Goal Nomor 13; tindakan untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Program ini menjadi wadah pertukaran informasi serta kontribusi untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pemutakhiran teknologi dalam meningkatkan ketahanan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim, khususnya bagi negara-negara anggota APO.

Konferensi international APO 2021 yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, 9 Maret 2021 tersebut, di bawah arahan Rektor UTS oleh Direktorat Kerjasama Luar Negeri, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UTS. Konferensi diikuti oleh 100 orang peserta dari 13 negara anggota APO. Yaitu, Bangladesh, Cambodia, India, Indonesia, Islamic Republic of Iran, Malaysia, Nepal, Pakistan, The Phillippines, Republic of China, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

Dimoderatori oleh Direktur Direktorat Kerjasama Luar Negeri UTS, Eri Sofiatry, M.Sc, panel diskusi menghadirkan 5 Pemateri Ahli. Di antaranya, Dr. Arief Budi Witarto (Director Of Sumbawa Techno Park, Indonesia) dengan materi “Role of Techno Park to Support Sustainable Farming in UNESCO Appointed Biosphere Reserve of SAMOTA”. Mr. André Leu (International Director, Regeneration International, Australia) materi “Regerating Soil to Increase Adaptation to and Mitigation of Climate Change”. Mr. Harjeet Singh (Global Lead of Climate Change ActionAid International, India) dengan bahasan “Participatory Assessment of Climate Impacts on Agriculture and Social Enterprises”.

Kemudian Dr. Ahmed Salahuddin (Consultant, International Rice Research Institute, Bangladesh) menyampaikan materi “Collective Extension Approach to Climate-smart Alternate Wetting and Drying Technology”, dan Drh. IB Windia Adnyana Ph.D (Coordinator of Regional Development Acceleration for West Nusa Tenggara, Lecturer at graduate school of Environmental Science, Udayana University) menjadi pemateri kelima yang menyampaikan “Innovation Strategic in Regulation for Climate-Resilient Argiculture, Case Study: West Nusa Tenggara”.

Diskusi panel tersebut berlangsung selama 6 jam dan menghasilkan beberapa poin penting. Bahwa saat ini sektor petanian menjadi fokus penting dalam upaya penanganan perubahan iklim. Bencana alam yang kian marak, salah satu contoh nyata semakin buruknya kondisi iklim dunia.

Untuk mengatasi hal tersebut sangat perlu menggunakan berbagai pendekatan, yaitu pendekatan pertanian. Jika dulu pertanian dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim/penyumbang emisi terbesar, hari ini sektor pertanian justru berbalik menjadi solusi untuk memperlambat efek perubahan iklim dan mengurangi emisi CO2.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D saat membuka konferensi menyampaikan, UTS merasa terhormat telah dipercaya menjadi tuan rumah atau penyelenggara konferensi dunia ini. Tidak hanya karena sifatnya yang global tetapi juga dapat memberikan nilai yang objektif kepada UTS.

UTS didirikan untuk mengkatalisasi pembangunan di Sumbawa dan kawasan Indonesia Timur dan memastikan hal itu sejalan dengan upaya kelestarian lingkungan. “Saat kita berbicara tentang ketahanan lingkungan (environmental sustainablity), maka kita juga berbicara tentang masa depan ketahanan pangan, masa depan dari ruang yang kita tempati serta masa depan peradaban manusia,” jelasnya.

UTS berkomitmen untuk berusaha dengan baik untuk berpartisipasi dalam penanganan isu seputar kelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kami mengarahkan pekerjaan kami dan dampaknya terhadap lingkungan kami ke arah ketahanan yang mapan. Kami baru saja memasang panel surya 25.000 WP yang memasok kebutuhan energi kampus. Kemudian peluncuran sepeda motor listrik dengan brand kami sendiri yaitu NgebUTS kendaraan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Hal ini karena kami menyadari bahwa salah satu tantangan institusi pendidikan tinggi di abad ke-21 adalah menjaga relevansinya dengan lingkungan,” tutur Chairul.

Lebih jauh Bang Irul akrab Rektor UTS disapa memnyadari bahwa UTS beroperasi dalam dunia global bersama dengan dinamika global. Karena itu pihaknya merestrukurasi kurikulum untuk mendorong mahasiswa dan fakultas agar terhubung dan berpartisipasi dalam atmosfer global serta terlibat dalam menciptakan manfaat bagi masyarakat lokal yang merupakan komunitas agraris.

Seperti dalam program KKN, mahasiswa dapat merangkul dan berkolaborasi dengan masyarakat lokal dalam praktik pertanian. Mereka menawarkan solusi yang dipelajari di kampus seperti menciptakan pupuk organik dari limbah yang berada di sekitarnya. “Konferensi ini diharapkan akan menjadi kolaborasi yang berkelanjutan antara UTS dengan semua pihak yang terlibat untuk bersama mengatasi isu yang paling mendesak yang dihadapi oleh komunitas kita,” pungkas Bang Irul. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *