MATARAM, samawarea.com (3/2/2021)
Rabu (3/2/2021) malam ini Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengumumkan ada 66 sampel kasus baru positif Covid-19. Dari 66 orang positif covid ini, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tertinggi dengan 20 kasus. Selanjutnya Kota Mataram 13 kasus, Sumbawa dan Lombok Timur masing-masing 8 kasus, Lombok Barat dan Kota Bima masing-masing 7 kasus, Loteng 2 kasus dan luar propinsi 1 kasus. Khusus Kota Bima terdapat 1 orang pasien positif yang meninggal dunia. Namun demikian angka orang yang sembuh covid pada hari ini mencapai 152 orang, paling banyak di Kabupaten Bima dengan jumlah 43 orang.
Untuk kasus positif Covid di KSB, terbanyak di Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk. Kemudian Desa Tapir, Air Suning dan Kelanir Kecamatan Seteluk, Kelurahan Sermong Taliwang, Bangkat Monteh Brang Rea, dan Senayan Poto Tano. Untuk Kabupaten Sumbawa tersebar di Kelurahan Lempeh, Seketeng, Samapuin, Brang Bara, Desa Labuhan Sumbawa dan Desa Langam Kecamatan Lopok.
Miq Gita—sapaan Sekda, mengatakan, dengan adanya tambahan 66) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 152 tambahan sembuh baru, dan 1 (kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/2/2021) sebanyak 7.843. Rinciannya 6.079 sembuh, 341 meninggal dunia, serta 1.423 masih positif.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota untuk melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19. G. Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 15.193 orang dengan perincian 409 orang (2,7%) masih dalam isolasi, 100 orang (0,7%) masih berstatus probable, 14.684 orang (96,6%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 52.266 orang, terdiri dari 3.599 orang (6,9%) masih dalam karantina dan 48.667 orang (93,1%) selesai karantina. Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang 12 pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 109.706 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 493 orang (0,4%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 109.213 orang (99,6%).
Dengan semakin banyaknya kasus positif Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita diharapkan orang tua harus lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit. Sekda juga meminta untuk memperhatikan kesehatan bayi dan balita serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian. “Mari kita terus waspada terhadap penyebaran Covid-19, yakni dengan patuh dan taat menerapkan protokol Kesehatan. Selalu gunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Kepada pengelola fasilitas publik, perkantoran dan pengelola tempat kegiatan usaha agar menyiapkan fasilitas pencegahan Covid-19 serta secara berkala menghimbau untuk mematuhi protokol Kesehatan,” ajaknya.
Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti himbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Terima kasih juga kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya. “Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” pungkasnya. (SR)






