SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5/2/2021)
Mauro Nicolas Scabuzzo salah satu mahasiswa internasional Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) asal Argentina mengikuti Festival Online “Vive Asia” yang digelar National Museum of Oriental Art of Buenos Aires, di Argentina. Dalam festival internasional ini, Mauro—singkat dia disapa, diminta untuk membuat video pendek tentang keragaman budaya Indonesia termasuk Sumbawa. Video itu kemudian diputar di ajang tersebut. Selain itu Mauro didaulat untuk berbicara berbagai aspek tentang Sumbawa dan Budaya Bali.
Untuk diketahui Mauro tercatat sebagai mahasiswa Program S2 di Sekolah Pasca Sarjana UTS pada Program Studi Manajemen Inovasi. Mauro tiba di Indonesia tepatnya Olat Maras Valley, Batu Alang Sumbawa melalui salah satu program Direktorat Kerjasama Luar Negeri UTS yang diberi nama Global Ambassador Scholarship (GAS) UTS. Sebelum mengikuti program GAS-UTS, Mauro mengaku sudah sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia yang begitu unik, indah dan beragam. Ia juga sempat menghabiskan waktu kurang lebih setahun di Bali untuk mempelajari seni bidang Seni Pahat. Saat mengetahui adanya program beasiswa tersebut, Ia langsung mendaftar. Mellaui proses seleksi, akhirnya Mauro berhasil lolos menjadi penerima beasiswa.
Kini Mauro bagian dari ‘masyarakat’ Sumbawa. Karena itu pada Festival Vive Asia di Argentina, Mauro mempromosikan tentang Sumbawa baik adat istiadat, budaya dan hal unik yang ada di Tana Intan Bulaeng tersebut. Di antaranya adat pernikahan Sumbawa, Barapan Kebo, music dan tarian menggambarkan keajaiban dan keanekaragaman bangsa. Selain itu Pandai Besi dari Desa Talwa Kecamatan Moyo Hulu—mempelihatkan bagaimana warga setempat merubah besi menjadi pisau, parang dan peralatan pertanian dengan teknik leluhur. Pandai besi ini juga menjadi simbol laki-laki Sumbawa. “Dalam video yang saya dibuat memperlihatkan sekilas kekayaan dan keragaman budaya yang dapat ditemukan oleh orang asing di Indonesia,” kata Mauro.
Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan apresiasinya kepada Mauro. Menurutnya, untuk meningkatkan sektor pariwisata di Sumbawa, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Saat ini UTS memiliki mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara termasuk Mauro. “Teman-teman kita ini bisa dikatakan menjadi agen untuk menyebarluaskan kebudayaan dan potensi Sumbawa ke dunia luar, contohnya seperti yang dilakukan Mauro. Saya sangat mengapresiasi dan bangga,” ucap Rektor UTS. (SR)






