‘Terjebak’ di Perairan Merauke, 6 Siswa SMKN 1 Lopok Tiba di Sumbawa

oleh -616 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/6/2020)

Sebanyak 6 siswa SMK Negeri 1 Lopok yang sempat ‘terjebak’ di Merauke Papua saat mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin), akhirnya tiba di Kabupaten Sumbawa dalam kondisi sehat dan selamat. Saat tiba di SMKN 1 Lopok, Sabtu (20/6/2020) sekitar pukul 14.00 Wita, para siswa tersebut disambut secara resmi dengan memerapkan protocol kesehatan penanganan Covid-19. Hadir di antaranya Kepala SMKN setempat, Kapolsek diwakili Bhabinkamtibmas, Danramil diwakili Babinsa, Kepala KCD Sumbawa, beberapa Kepala SMK di Kabupaten Sumbawa, Anggota Komite Sekolah, Dewan Guru, dan orang tua/wali siswa.

Upaya pemulangan para siswa tersebut sudah dilakukan sejak berakhirnya masa Prakerin di Nautica Kapal Penangkap Ikan milik PT Bandar Nelayan di Bali, 7 April 2020 lalu. Kendalanya, kapal tempat para siswa ini Prakerin berada di Merauke, Papua. Kondisi cuaca di perairan menjadi penyebabnya Desakan orang tua siswa untuk memulangkan siswa tersebut memaksa pihak sekolah bertolak ke Bali. Bahkan keluarga siswa sempat menyegel sekolah sebagai protes atas alotnya kepulangan anak-anak mereka. Berkat ikhtiar yang gigih dari pihak sekolah, akhirnya keenam siswa ini berhasil dipulangkan.

Kepala SMKN 1 Lopok, Jayadi S.Pd., M.Pd yang dihubungi samawarea.com malam ini menuturkan bahwa siswanya bertolak dari Bali pada Jumat (19/6) dinihari pukul 02.00 Wita didampingi Guru Pembimbingnya, Fahrurrozi. Saat tiba di Pelabuhan Lembar, dijemput menggunakan mobil dari SMKN 1 Lopok yang kemdian melanjutkan perjalanan hingga ke sekolah. Alotnya kepulangan siswa ini, ungkap mantan Kepala SMKN 3 Sumbawa ini, karena berada di tengah laut dan kondisi cuaca yang tidak mendukung. Selain itu kontrak kapal tempat mereka prakerin selama 9 bulan, atau lebih 3 bulan dari Prakerin mereka. Mengingat adanya desakan untuk segera dipulangkan, keenam siswa ini dipindahkan ke kapal lain. Tak hanya itu, masing-masing siswa ini diberikan uang pesangon sebesar Rp 12 juta plus sertifikat telah mengikuti Prakerin dengan baik. “Alhamdulillah, saya bersyukur anak-anak pulang dalam keadaan sehat wal afiat,” ucap Jayadi.

Kepulangan siswa ini tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak. Karenanya Jayadi menyampaikabn terima kasih kepada Dikbud Propinsi, Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, pihak Dermaga Badas, serta PT Bandar Nelayan dan CV Sudiwa Utama. Ia berharap ke depan kerjasama dengan pihak perusahaan tetap berlangsung namun komunikasi yang perlu diintensifkan. Ucapan terima kasih juga kepada orang tua siswa yang memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah untuk menangani persoalan itu. Namun dia berharap orang tua dapat memahami kondisi anak-anak saat melaksanakan Prakerin di lautan, sehingga bisa sejalan dan seirama.

Pantauan lapangan, penyembutan para siswa ini menerapkan protocol kesehatan. Saat siswa tiba di sekolah, langsung mandi, dan mengganti pakaian yang dibawa oleh keluarganya. Setelah dipastikan steril, para siswa itu diserahkan kepada orang tuanya masing-masing. (JEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *