SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16/6/2020)
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP/MTs Tahun Pelajaran 2020/2021 dibuka serentak 29 Juni mendatang. Untuk tahun ini, SMP Negeri 4 Labuhan Badas hanya menargetkan tiga rombongan belajar (Rombel). Tiap rombelnya berisikan 32 siswa.
Kepala SMPN 4 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd yang ditemui Senin (15/6) mengatakan, berbagai upaya sosialisasi dilakukan untuk bisa mencapai target. Mulai dengan memasang spanduk hingga melakukan pendataan jumlah siswa lulusan di setiap SDN pendukung. SDN pendukung di SMPN 4 Badas, rata-rata sekolah kecil dengan jumlah siswa relatif minim. Punijan menyebut, lulusan SDN Bangkong hanya 22 orang. SDN Pamulung 15 orang, SDN Batu Nisung 9 orang dan SDN Badas 12 orang. Hanya lulusan SDN Karang Dima yang relatif banyak yakni mencapai 60 orang. Itupun sebagian ada yang mendaftar ke sekolah lain. Namun demikian, pihak sekolah tetap optimis kuota terpenuhi. Hasil pendataan sementara, yang siap melanjutkan pendidikan di sekolahnya mencapai 22 orang. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga menjelang pembukaan PPDB 29 Juni mendatang. ”Kalau dari data ini, kuota yang kita siapkan bisa terpenuhi,” kata mantan Kepala SMPN 3 Labuhan Badas ini.
Di samping strategi tersebut, pihak sekolah juga berusaha menarik minat siswa baru dengan berbagai program unggulan. Salah satunya dengan program kelas digital. Menurut Pon–sapaan akrabnya, pihaknya telah menyiapkan satu ruangan khusus dilengkapi 32 unit komputer. Tak hanya itu, sekolah tersebut juga akan melakukan pengembangan literasi berbasis agama. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas akademik melainkan juga cerdas spritual. ”Pada tahun pelajaran baru kita akan lakukan pengembangan literasi berbasis agama,” terangnya.
Sama dengan sekolah lain, jika terget tiga Rombel tidak terpenuhi maka sejumlah guru terancam kekurangan jam tatap muka. Yakni guru Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris. Sementara kurangnya jam tatap muka berimplikasi terhadap tunjangan profesi guru bersangkutan. ”Ada 4 sampai 5 guru yang terancam kekurangan jam. Saat ini saja ada satu (guru) yang ambil jam di SMPN 1 Sumbawa,” bebernya. (SR)






