Masyarakat Brang Ene Tuding Pelaksana Tiu Suntuk Ingkar Janji

oleh -326 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (2/5/2020)

Sambutan hangat masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) khususnya masyarakat Brang Ene terhadap pembangunan Tiu Suntuk ternoda oleh perilaku perusahaan yang tidak terbuka terhadap masyarakat terkait aktivitas proyek raksasa tersebut. Perusahaan dinilai main kucing-kucingan dan tidak menepati janji. Karena itu puluhan warga Kecamatan Brang Ene melakukan aksi demo.

Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Malikurraman yang ditemui samawarea.com mengaku sangat kecewa terhadap sikap pelaksana Bendungan Tiu Suntuk yang dinilainya telah menghianati komitmen awal dalam sosialisasi. Sebelumnya perusahaan berjanji dalam pengerjaan Bendungan Tiu Suntuk akan memprioritaskan masyarakat setempat khususnya masyarakat Brang Ene. Perusahaan akan melakukan rekrutmen terbuka yang akan diinformasikan ke setiap desa yang ada khususnya di Brang Ene. Nyatanya saat ini alat berat dan dump truck sudah melakukan pekerjaan tanpa ada sosialisasi kepada pemerintah desa. “Setelah kami pertanyakan mereka tetap beralasan belum ada aktifitas padahal kami lihat dengan mata kepala sendiri alat berat sudah melakukan aktivitas pengerukan, sehingga kami menilai perusahaan ini seperti tidak sopan datang ke tanah kami lakukan aktivitas tanpa permisi,” sesalnya.

Seandainya perusahaan proaktif melakukan komunikasi dan komitmennya, lanjut Malikurrahman, mereka tidak akan melakukan aksi demo seperti saat ini. Alasan menerima keberadaan Bendungan Tiu Suntuk tersebut karena ada harapan baru bagi masyarakat Brang Ene untuk bekerja di proyek besar ini. Pasalnya kebutuhan karyawan di Tiu Suntuk sesuai dengan keahlian, cukup banyak di Brang Ene. Seperti operator alat berat dan sopir dump truck, sehingga masyarakat Brang Ene bisa terserap sebagai tenaga kerja. “Apabila masyarakat lokal tidak bisa diserap perusahaan, masyarakat Brang Ene tidak mempersoalkan tidak jadi dibangunannya Bendungan Tiu Suntuk. Sebab tanpa bendungan itu kami tetap bisa menanam setahun penuh, karena air di Kecamatan Brang Ene sangat melimpah. Kami tidak mau egois dalam hal sehingga kami menerimanya, tapi mari kita paksakan sesuai kesepakatan awal kita bahwa masyarakat harga mati harus bisa bekerja di Bendungan Tiu Suntuk. Kami juga tidak akan egois ingin 100 persen orang Brang Ene bekerja, kami hanya minta diprioritaskan,” tandasnya.

Karenanya dalam tuntutan aksi, meminta prusahaan harus transparan dengan masyarakat, dan menyerap tenaga kerja lokal. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, kembali aksi tersebut digelar dalam jumlah massa yang lebih besar. Mengingat yang bekerja di Tiu Suntuk adalah ‘orang luar’, mereka akan memperketat pintu masuk, terlebih di tengah Pandemic Corona masyarakat ingin hidup aman dan damai. (HEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *