Siapkan Dana 50 Triliun, Pengusaha Malaysia Investasi di Sumbawa

oleh -795 Dilihat
Datuk Sri Mohd Rizal Mohd Yusuf—Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia

Berencana Bangun Jembatan Penghubung Tano–Kayangan

SUMBAWA BESAR, SR (2/10/2019)

Sejumlah investor Malaysia akan berinvestasi di NTB terutama di Kabupaten Sumbawa. Nilai investasi sangat spektakuler, mencapai Rp 50 triliun. Dengan dana sebesar ini, investasi akan diarahkan ke berbagai sektor.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Datuk Sri Mohd Rizal Mohd Yusuf—Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia, memastikan dana investasi tersebut. Dana ini akan diarahkan untuk investasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa terutama Kabupaten Sumbawa. Untuk di Tana Intan Bulaeng ini para pengusaha asal negeri jiran yang tergabung dalam Dewan Perdagangan Islam Malaysia tersebut, Datuk Rizal mengaku akan membangun resort dan hotel bintang 4 dan bintang lima di sejumlah pulau terutama yang berdekatan dengan Pulau Moyo, atau wilayah Teluk Saleh dan Tambora. Kemudian di bidang pertanian dan peternakan eksport jagung dan daging sapi beku, serta membangun beberapa pabrik. Dalam investasi ini, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah dan sejumlah perguruan tinggi, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat menjadi tenaga kerja. Hal yang sama juga dilakukan di Pulau Lombok. Ia melihat dua pulau di NTB terutama di Kabupaten Sumbawa memiliki sumberdaya yang luar biasa dan potensial untuk digarap.

Menurut Datuk Rizal, pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan. Terkait investasi ini juga pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Pemprov NTB dan Pemda Sumbawa. Ia menyakini investasi ini akan terwujudkan dalam waktu dekat. “Ketika investasi ini jalan, NTB dan Sumbawa akan menjadi daerah pusat wisata,” ungkapnya.

Berencana Bangun Jembatan Penghubung Tano–Kayangan

Ia menilai konektifitas sudah berjalan lancar, baik darat, laut maupun udara. Apalagi belum lama ini, telah diresmikannya pelayaran perdana Long Distance Ferry KMP. Swarna Bahtera rute Badas–Surabaya. Ini merupakan suatu lompatan keberhasilan pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana transportasi laut yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta connect dengan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang saat ini sedang gencar-gencarnya memajukan sektor pariwisata di daerah.

Selaku pengusaha pihaknya juga berencana untuk mendukung rencana pembangunan jembatan penghubung Tano—Kayangan (Sumbawa—Lombok). Hal ini untuk mempercepat arus transportasi darat. Untuk merealisasikannya, Datuk Rizal akan melihat kebijakan pemerintah apakah dilakukan sharing dana dengan pengusaha. “Biaya membangun jembatan dengan panjang sekitar 13 kilometer ini tidak sedikit. Kita akan lihat berapa besar yang diperlukan. Dalam satu arah berapa lorong yang diperlukan. Kalau dua arah berapa yang diperlukan. Dan apakah jembatan itu khusus untuk Sumbawa ini atau apakah ada nanti lencongan yang kita bangun untuk ke pulau-pulau kecil lainnya. Itu dikaji semuanya. Karena maklum air di bawah itu deras danarusnya kuat, sementara di atasnya tenang,” pungkasnya. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *