SUMBAWA BESAR, SR (27/10/2019)
Selain dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler, mulai tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), juga menggelontorkan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Untuk Kabupaten Sumbawa, tahun ini ada 70 sekolah yang berhak mendapatkan dua dana BOS baru tersebut. Untuk BOS Afirmasi ada 53 sekolah, dengan rincian SD 44 dan SMP 9. Sementara untuk BOS Kinerja ada 17 sekolah. Rinciannya, 14 SD dan 3 SMP. Untuk BOS Afirmasi, pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp 3,2 miliar. Sedangkan Rp 1,6 miliar diperuntukkan bagi dana BOS Kinerja. “Total dana untuk BOS Afirmasi dan Kinerja ini sebesar Rp 4,8 miliar,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbnawa melalui Kasubag Urusan Perbantuan, Mohammad Husnul Alwan, S.Ag, belum lama ini.
Berbeda dengan BOS Reguler yang diperuntukkan bagi semua siswa. Dana BOS Afirmasi dan Kinerja ini hanya diberikan bagi siswa kelas 6 untuk jenjang SD dan kelas VII pada jenjang SMP. Selain itu, tidak semua sekolah mendapatkan dana BOS Afirmasi dan Kinerja ini, layaknya dana BOS Reguler. Dijelaskan Alwan, penetapan sekolah penerima dana BOS Afirmasi dan Kinerja ini, ditentukan langsung oleh Kemendikbud, berdasarkan laporan Dapodik dan raport peningkatan mutu pendidikan. “Tujuan dari BOS Afirmasi dan Kinerja ini untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Karena untuk peningkatan mutu pendidikan sambung Alwan, sasaran pengunaan BOS Afirmasi ini dihajatkan untuk penyediaan akses rumah belajar berbasis elektronik, melalui laman belajar Kemendikbud.go.id. Nantinya sekolah penerima wajib mengadakan fasilitas seperti tablet (HP), computer, laptop, proyektor dan jaringan nirkabel. Bila merujuk fasilitas yang harus disediakan ini, pemerintah pusat sepertinya menginginkan pelajar di Indonesia melek IT. “Kalau BOS Kinerja sasaran hampir sama, tapi ada penambahan sedikit. Penerimanya, sekolah yang sudah melaksanakan UNBK dan menerapkan PPDB berdasarkan zonasi. Selain itu, terjadi peningkatan nilai UN dan raport mutu satuan pendidikan selama dua tahun terakhir,” bebernya. (SR)






