Parade Malala Hasilkan 24 Obat Berkhasiat, Sembuhkan Kanker Hingga Sihir

oleh -898 Dilihat
Minyak Pasak Bumi dari Kecamatan Lape, diyakini berkhasiat menambah keperkasaan, stamina dan mengobati sakit pinggang.

SUMBAWA BESAR, SR (31/8/2019)

Sebanyak 48 sandro dan asistennya dari 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, menghasilkan 24 jenis obat tradisional (malala) pada Parade Malala. Kegiatan yang digelar di Lapangan Pahlawan ini dilaksanakan bertepatan dengan Malam I Muharram (Tahun Baru Hijriyah), Sabtu (31/8). Parade Malala pada malam tersebut berbeda dengan ajang serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab untuk menyemarakkan kegiatan sakral tersebut, Pemda Sumbawa melalui Bagian Pemerintahan, mendatangkan Habid Haddad Alwi Assegaf–Penyanyi Religi yang membawa para pengunjung larut dalam lantunan Sholawatan. Parade Malala ini mendapat perhatian ribuan masyarakat karena diyakini obat racikan (malala) itu berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bukan hanya menyaksikan tapi warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan sebotol kecil malala yang dibagikan secara gratis oleh para sandro. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Sekda Drs H Hasan Basri MM, Asisten I Dr. HM IKhsan M.Pd, Ketua DPRD A Rafiq, Kapolres AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH dan Dandim 1607 Letkol Inf Samsul Huda, serta para pejabat lainnya.

Data yang dihimpun SAMAWAREA, dari parade malala ini menghasilkan 24 jenis minyak dengan nama yang berbeda. Sebagian besar dari minyak ini untuk menyembuhkan lemah syahwat dan obat kuat. Di antaranya Minyak Rompas Gagas Pagar Gelegar dari Kecamatan Moyo Utara. Minyak yang diracik Sandro Epa dan Asistennya, A. Rahman ini berkhasiat meningkatkan vitalitas dan stamina pria, kesegaran tubuh dan menghancurkan kencing batu. Minyak Teman Tampir dari Kecamatan Lunyuk diracik oleh Sandro Muhid dan asistennya Rusdianto. Minyak ini berkhasiat mengobati luka dalam dan luar, sakit perut, koreng, sakit mata, sakit gigi, ambaien dan meningkatkan stamina. Minyak Tungka Darah dari Kecamatan Lenangguar. Diracik Sandro Mahrib Hasbullah dan Asistennya Junaidi, minyak ini berkhasiat mengobati ngilu, luka, asam urat dan lemah syahwat. Kemudian Minyak Mayung Nange dari Kecamatan Moyo Hilir. Minyak yang dibuat Sandro Bustanul Arifin dan asistennya Zainuddin Zuhri ini mengkhasiat meningkatkan vitalitas pria, menjaga stamina dan melancarkan peredaran darah. Minyak Pero Alam dari  Kecamatan Orong Telu yang diracik Sandro Subhan Sahrianto dan asistennya Mahdan. Minyak ini diyakini mampu menyembuhkan luka bakar, pegal linu, dan vitalitas. Dari Kecamatan Utan, Sandro Wawan dan Asistennya Ikhsan meracik Minyak Medo yang berkhasiat mengobati berbagai macam luka, melancarkan haid, rematik, pegal linu dan meningkatkan stamina. Berikutnya Kecamatan Unter Iwes yng menghasilkan Minyak Sejojo Urat. Minyak yang dibuat Sandro Aminollah dan Asistennya Syarafuddin ini dapat mengobati salah urat (keseleo), luka bakar, luka dalam, kanker, tumor dan lain-lain.

Sandro Mustami dan Asistennya Ahmad dari Kecamatan Ropang menghasilkan Minyak Lonto Keal Diri. Minyak ini dikenal dapat mengobati sakit gigi, Pegal, letih lesu, sakit pinggang, dan menambah kejantanan (1 jam di udara). Dari Kecamatan Plampang adalah Minyak Ampo Hajat. Minyak yang diracik Sandro Adnansyah dan asistennya Alimuddin dapat mengobati salah urat, luka bakar, luka biasa, gatal-gatal dan meningkatkan stamina. Minyak lainnya yang tak kalah pengunjung adalah Pasak Bumi. Minyak yang diolah Sandro Ibrahim dan Asistennya Suhardi dari Kecamatan Lape ini diyakini berkhasiat menambah keperkasaan, stamina dan mengobati sakit pinggang. Dari Kecamatan Alas, Sandro Nawawi Kahar dan asistennya Syamsuddin Sidik meracik Minyak Noo Bosan. Minyak ini dapat mengobati sakit ngilu, lemah syahwat, keseleo dan penangkal sihir. Dari Kecamatan Labangka, Sandro Li Liang Dewa dan Asistennya Damhuji meracik Minyak Basa Tegeng. Minyak ini dapat meningkatkan stamina, menyembuhkan luka bakar, keseleo dalam, dan menambah nafsu makan. Sandro Syamsuddin dan Asistennya Burhanuddin dari Kecamatan Lantung membuat minyak berkhasiat yang diberi nama Tambah Daya. Minyak ini untuk vitalitas pria, sakit pinggang, keseleo, ngilu, luka bakar, luka pisau, dan gigitan serangga. Kecamatan Rhee, Sandro Umar Dani dan asistennya Ramli meracik Minyak Sanyaman Parana yang diyakini dapat mengobati pegal linu, sakit pinggang, menyegarkan badan dan mengembalikan stamina. Kecamatan Alas Barat, Sandro H. Ahmad dan asistennya Abdul Wahab meracik Minyak Silu Ngering. Minyak ini berkhasiat untuk obat kuat, keseleo, dan sakit perut. Berikutnya Sandro Damir Bayuk dan Asistennya Mimin dari Kecamatan Tarano meracik Minyak Ampin Kakak yang diyakini berkhasiat menambah stamina (Vitalitas), luka bakar, rematik, kolesterol, asam urat, keseleo dan sakit pinggang. Dari Kecamatan Sumbawa, Sandro M Tayip Darimi dan Asistennya Muhammad meracik Minyak Coba Kadu. Minyak ini berkhasiat menghilangkan rasa lemah letih, pegal, badan meriang, vitalitas, selain diminum dapat juga dijadikan minyak urut. Kecamatan Batulanteh, Sandro M. Nasir Hasan dan Asistennya Wawan Satriawan meracik Minyak Selopas Urat, yang diyakini mampu menangkal ilmu hitam (bengik, leak), vitalitas, dan pegal linu. Kecamatan Moyo Hulu, Sandro Darussalam dan Asistennya Andi Setiawan membuat Minyak Saga Loka yang dikenal berkhasiat mengobati patah tulang, keseleo, vitalitas, luka bakar, dan nyeri otot. Dari Kecamatan Buer, Sandro M. Ali dan asistennya H Abdul Muis membuat Minyak Bija-bija Tempako yang mampu menghilangkan sakit perut, sakit kepala, pegal linu, pelet dan tolak sihir. Kecamatan Empang dikenal dengan Minyak Sarat Babas. Minyak yang diolah menggunakan mantra oleh Sandro Padusung Pasiling dan Asistennya M Sukri ini dapat menyembuhkan asam urat, kolesterol, kencing manis, lambung, dan lainnya. Selanjutnya Sandro H Junis dan Asistennya Abdul Haris dari Kecamatan Labuhan Badas meracik Minyak Susung Aris yang berkhasiat menambah stamina pria, lemah syahwat, luka benda tajam, pegal linu dan sakit pinggang. Dari Kecamatan Maronge dikenal Minyak Sangengat yang diramu Sandro M Amin dan Asistennya M Nasir Sabuk. Minyak ini berkhasiat mengaktifkan sel-sel mati, rematik, sakit pinggang dan meningkatkan kejantanan.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan, sedikitnya ada empat pesan yang tersirat di dalam tradisi Malala. Pertama, pelestarian lingkungan hidup, di mana bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan minyak tidak lepas dari ketersediaan akar kayu ataupun kulit kayu serta buahnya. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa keanekaragaman tumbuhan yang sangat bermanfaat tersebut harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Termasuk menggeliatkan apotek hidup di lingkungan keluarga dan rumah tangga. Kedua, dalam hal kesehatan. Orang-orang tua terdahulu dengan keanekaragaman kekayaan alam tumbuh-tumbuhan obat, telah mampu membuka tabir dari semua kebesaran yang diciptakan Allah SWT, meletakkan dasar bahwa kesehatan sangat penting. Dengan segala kemampuan dan ikhtiarnya mampu membuat berbagai macam ramuan minyak Sumbawa dengan berbagai macam khasiat. Antara lain untuk luka bakar, pegal linu, sakit perut, salah urat, patah tulang, dan khasiat lainnya. Ketiga, di sisi ekonomi. Keberadaan minyak Sumbawa membawa dampak yang cukup baik bagi kehidupan ekonomi. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatannya selain akar-akarnya, juga buah kelapa dan madu. Hal tersebut tentunya akan mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi tersebut. Keempat, dari sisi sosialnya. Khasanah budaya yang sudah diletakkan oleh orang-orang tua terdahulu harus terus dipelihara dan menjadi bagian dalam interaksi sosial yang memperkuat jati diri dan kebanggaan sebagai Tau Samawa.

Melalui kegiatan parade prosesi malala ini, diharapkan akan menarik minat generasi muda untuk lebih jauh mengenal dan melestarikan khasanah budaya masyarakat sumbawa, demikian pula dengan simbol-simbol ke-Sumbawa-an seperti istana yang berdampingan dengan masjid, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumbawa yang religius. “Kegiatan ini tentunya dihajatkan untuk menggeliatkan kembali semangat religius masyarakat Sumbawa, merayakan tradisi yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Sumbawa sekaligus memperkuat silaturrahim antar Tau dan Tana’ Samawa,” tutup Wabup. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *