Disnakertrans Sumbawa Latih Seratusan PMI Purna untuk Berwirausaha

oleh -317 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DISNAKERTRANS KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (24/9/2019)

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa memberikan pelatihan kepada sekitar 100 lebih Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna atau eks PMI. Pelatihan berwirausaha ini dilaksanakan di 7 desa wilayah Kabupaten Sumbawa. Yakni Desa Mapin Kebak Kecamatan Als Barat, Desa Lur Kecamatan Alas, Desa Buin Bru Kecamatan Buer, Desa Banda Kecamatan Tarano, Desa Ongko Kecamatan Empang, Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir, dan terakhir, Selasa (24/9) hari ini, di Desa Boak Kecamatan Unter Iwis.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri M.Sc yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, mengatakan, bahwa Pelatihan Kewirausahaan ini digelar dalam rangka melaksanakan amanat UU No. 18 tahun 2017. Sebelumnya UU No. 39 Tahun 2004 yang di dalamnya berisi pasal-pasal yang bobot klausulnya hanya memberikan perlindungan saat penempatan PMI di luar negeri. Sehingga porsi perlindungan pasca penempatan sangat kecil. Karena itu UU tersebut diganti dengan UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI. UU ini mengatur perlindungan PMI mulai dari pra (calon PMI), saat (penempatan) hingga pasca penempatan (PMI purna). “Pelatihan yang kami laksanakan ini adalah konkrit dari perlindungan PMI pasca penempatan. Perlindungan ini tidak hanya PMI saja tapi juga keluarganya,” ujarnya.

Pelatihan tersebut ungkap Kadis yang akrab disapa Doktor Can ini, akan terus berlanjut seiring dengan ketersediaan anggaran. Ia mengakui anggaran APBD terbatas dan APBN tidak bisa diandalkan secara terus menerus. Karena itu Ia menghimbau para kepala desa agar mengalokasikan anggaran untuk program ini melalui APBDes. Selama ini karakter APBDes lebih cenderung pada infrastruktur. Sudah saatnya sekarang dialokasikan lebih banyak pada program-program pemberdayaan. Seperti kegiatan yang bisa memberikan pelatihan peningkatan skill (keahlian). “Ketika dialokasikan melalui APBDes, maka pelatihan semacam ini akan terlaksana secara massif, mengingat kantong-kantong PMI kita hampir merata di semua desa atau kecamatan. Dan kami selaku pemerintah kabupaten hanya menyiapkan instruktur,” ucapnya.

Untuk diketahui, lanjut Doktor Can, Pelatihan Kewirausahaan untuk PMI Purna ini dilaksanakan di 7 desa dan masing-masing desa sebanyak 15—16 orang PMI purna. Ending dari program ini, para peserta akan diberikan bantuan peralatan. Seperti di Desa Luar Kecamatan Alas, diberikan bantuan mesin cuci dan lainnya untuk mendukung usaha Laundry. Ia berharap dengan adanya skill hasil dari pelatihan yang didukung bantuan peralatan, PMI Purna ini bisa mengembangkan usahanya, sehingga menjadi berdaya dan tak ingin lagi kembali menjadi TKI (PMI). (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *