Nyorong Berdarah, Satu Tewas Tertikam, Terduga Pelaku Kakak Beradik

oleh -596 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (5/8/2019)

Acara Nyorong (sorong-serah) rangkaian rencana pernikahan di Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (3/8) sore, berubah gaduh. Jumati (52 tahun) warga Dusun Perung, Desa Motong, seketika ambruk bersimbah darah di tengah lantunan musik dalam menyemarakkan acara tersebut. Jumati mengalami luka menganga di telapak tangan, dan luka tusuk tepat di jantung. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Utan. Namun sayang jiwa korban tak tertolong. Korban menghembuskan napas terakhir. Korban dikebumikan keesokan harinya, Minggu (4/8). Usai pemakaman, keluarga korban mulai bergerak mencari pelaku. Bahkan sekitar 10 orang dilengkapi senjata tajam mendatangi Polsek Utan. Pelaku yang dicari tidak ditemukan sebab telah diamankan polisi dan dievakuasi ke Mapolres Sumbawa.

Kapolsek Utan, IPTU Hurfan yang dihubungi, Senin (5/8) mengakui adanya kejadian itu dan dua orang yang diduga sebagai pelaku sudah diamankan. Kasus ini bermula dari acara Nyorong. Tanpa diduga terjadi perkelahian dan korban ambruk. Belum diketahui apa motif dari kejadian itu, dan polisi masih mendalaminya. Terkait pelaku, polisi sudah mengamankan dua orang kakak beradik. Adalah HS alias NIK, dan adiknya, Bagong. NIK cukup dikenal karena merupakan seorang residivis yang beberapa kali keluar masuk penjara.

Kapolsek Hurfan berharap masyarakat terutama keluarga korban tetap menjaga kondusifitas. Dan mempercayakan kepolisian untuk menangani kasus tersebut sampai tuntas. Kapolsek menyatakan setiap yang bersalah pasti dihukum. (JEN/SR)

bawaslu

Response (1)

  1. Ini berita lama, dan terjadi di daerah saya jadi saya tahu persis…mohon di perbaiki judul beritanya sebab kejadian yang sebenarnya bukan dalam Acara Nyorong tapi dalam acara Nyongkol…Nyorong itu adat tradisi tau samawa yang di iringi dengan rateb rabana ode sementara Nyongkol itu adat tradisi orang sasak yang di iringi dengan kecimol… Selama saya hidup menjadi manusia belum pernah terjadi nyorong menelan korban jiwa karena sdh di dahului dengan beberapa prosesi seperti bajajak,bakatowan, basaputes maka sudah tidak ada silang sengeketa…jadi NYORONG BERDARAH dalam judul berita ini adalah Hoax …kepada redaksi Mohon di perbaiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *