SUMBAWA BESAR, SR (7/2/2019)
Sejak ganti nakhoda, Institut Ilmu Sosial dan Budaya (IISBUD) Samawa Rea (SAREA) terus berinovasi. Salah satunya meluncurkan program Beasiswa Sakiki 100 Kepala Desa. Untuk merealisasikan program ini, Rektor IISBUD Sarea Miftahul Arzak, S.Ikom., MA bersama jajarannya mengunjungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinas PMD). Kunjungan tersebut bermaksud untuk bersilaturahim dan mendapat dukungan para kepala desa di Kabupaten Sumbawa. Difasilitasi Sekretaris Dinas PMD, Tata Kostara, S.Sos, Tim IISBUD menggelar pertemuan dengan Ketua, Sekretaris dan Bendahara Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa, Kamis (7/2).
Dalam pertemuan itu Mifta–akrab Rektor IISBUD ini disapa menyampaikan program beasiswa tersebut yang dapat dikerjasamakan dengan kepala desa di Kabupaten Sumbawa. Beasiswa Sakiki 100 Kepala Desa tersebut terinisiasi dari jargon yang diusung IISBUD saat ini setelah beberapa minggu lalu Mifta dilantik menjadi Rektor, yaitu Humanis dan Berbudaya. Mifta menjelaskan bahwa Beasiswa Sakiki 100 Kepala Desa ini merupakan salah satu kerelaan hati Kepala Desa dalam memberikan beasiswa kepada masyarakat yang tidak dapat berkuliah namun berprestasi dan ingin melanjutkan pendidikan. “Bayangkan jika kita melakukan kebaikan berjamaah, Inshaa Allah daerah kita akan makmur dan barokah. Selain itu, tidak pernah ada sebelumnya konsep kepala desa memberikan beasiswa ke masyarakat sekitar yang kurang mampu. Jika kita bisa melakukan, ini akan menjadi kebaikan bagi masa depan Sumbawa, begitu juga Provinsi NTB, yaitu satu-satunya daerah yang 100 bahkan lebih kepala desanya mau memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar,” jelas Mifta dalam pertemuan itu.
Dorongan hadirnya beasiswa ini juga sambung Mifta, karena di tiap desa biasanya ada seniman lokal ataupun masyarakat yang ingin melanjutkan studi, namun terkendala biaya. Uniknya, di IISBUD memiliki beragam Prodi yang berbeda dari Universitas yang ada di NTB, yaitu Prodi Seni Musik, Prodi Seni Tari, Sosiologi, Sejarah, Sastra, Hukum dan Ilmu Pemerintahan. Khususnya Prodi seni musik dan prodi seni tari dimana tidak hanya dalam bentuk praktis yang akan diajarkan, melainkan juga dalam bentuk kajian. Optimisme Mifta ditambah dengan beberapa minggu lalu IISBUD dikunjungi oleh Franky Raden, salah satu maestro musik tanah air yang juga mengajar Cultural Studies di Canada. Franky Raden dalam kunjungannya ke IISBUD menyampaikan bahwa akan membantu dalam penyusunan kurikulum prodi Seni dan siap pada setiap bulannya datang mengajar. Ini bertepatan dengan projek musik yang digarap di Lombok dalam waktu yang lama. Selain itu IISBUD juga dikunjungi Adi Pranajaya, Sutradara nasional asli Sumbawa. Dalam kunjungannya di IISBUD, Adi Pranajaya melakukan penandatanganan MoU untuk menjadi salah satu dosen terbang di IISBUD.
Pemaparan tersebut disambut baik oleh Abdul Samad-Kepala Desa Labuhan Badas sekaligus Ketua FK2D. Abdul Samad menyampaikan bahwa dia siap mengkomunikasikan tentang beasiswa ini kepada semua Kades yang tergabung dalam FK2D Sumbawa. Ia menilai program tersebut salah satu inovasi desa. Kades Kerato Deden Firman S yang juga Sekretaris FK2D menyampaikan hal yang sama. Namun dia meminta IISBUD untuk menyiapkan segala aturan dan hadirnya beasiswa ini agar semangat beasiswa ini tetap berjalan tidak hanya setahun melainkan dalam jangka panjang.
Di akhir diskusi, Ibrahim selaku Kasi PKD Dinas PMD mengatakan bahwa niatan positif ini juga didorong oleh aturan-aturan desa, namun dalam waktu dekat akan dikomunikasikan kepada Inspektorat agar program tersebut dapat berjalan lancar demi kepentingan masyarakat dan kebaikan Sumbawa.
Saat ini IISBUD tidak hanya menyediakan beasiswa “Sakiki 100 Kepala Desa’ saja, namun juga Beasiswa mahasiswa dan mahasiswi berprestasi yang diberi nama “Dadaro Boto” dan “Taruna Late”. Selain itu mereka juga menerapkan beberapa cara pembayaran yang humanis namun tetap menjaga budaya. Adalah memprogramkan pembayaran dengan cara “Gabah” saat panen dan Bagi Hasil Lahan yang disebut sebagai “Omal Mudharabah”. (SR)






