JAKARTA, SR (02/01/2019)
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menyatakan sangat bersemangat menyongsong tahun 2019. Karena NTB menargetkan 4 juta wisatawan pada tahun ini. “Kami optimis 4 juta wisatawan bisa datang ke NTB tahun depan. Namun sehebat apapun promosi yang kita lakukan, sehebat apapun event yang digelar harus didukung aksesibilitas atau konektivitas,” kata Gubernur NTB saat bersama Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meluncurkan Calender of Event (CoE) 2019 NTB, belum lama ini. Kegiatan yang dilaksanakan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang dengan mengusung tema ‘The Spirit of Lombok Sumbawa’ ini, Gubernur memaparkan 18 event di tahun 2019, dan 4 di antaranya masuk dalam Top 100 CoE Nasional.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Gubernur berharap kepada Maskapai Garuda Indonesia untuk menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok. Saat ini terdapat 6 penerbangan Garuda Indonesia yaitu dua kali penerbangan langsung dari Bali dan 4 penerbangan langsung dari Jakarta. Pada Tahun 2019 ini ditargetkan 10 penerbangan langsung dari Bali. “Kami harap setiap hari atau interval 2 jam terdapat penerbangan menuju Lombok,” desak Doktor Zul—akrab Gubernur disapa.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengakui ada empat event NTB yang masuk CoE 2019 Nasional. Yakni Pesona Bau Nyale, Festival Pesona Tambora, Festival Pesona Moyo dan Pesona Khazanah Ramadan. Sedangkan event CoE Lombok 2018 lainnya adalah Lombok Sumbawa Great Sale, Rinjani100, Tour De Lombok Mandalika, Festival Pesona Senggigi, Bulan Pesona Lombok Sumbawa dan beberapa event menarik lainnya. “Top-3 important message dalam menggelar event, yaitu gunakan standar event internasional, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar persiapan harus benar-benar matang dilakukan dari jauh-jauh hari. Tetapkan kurator event, management dan promosi terukur, sehingga penyajian CoE jadi contoh untuk event lainnya,” ujar Arief.
NTB sendiri mengincar 4 juta kunjungan wisatawan di 2019, yakni 2 juta untuk wisatawan mancanegara dan 2 juta untuk wisatawan Nusantara. Tentunya ungkap Arief, melalui branding wisata halal. Bahkan, Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang menempatkan NTB menjadi destinasi nomor satu untuk mendongkrak potensi Indonesia agar menduduki posisi pertama di Global Muslim Travel Index (GMTI) setelah Aceh dan Jakarta. Itu merupakan penghargaan tertinggi untuk NTB, karena yang menilai adalah Crescent Rating dan Mastercard yang menjadi acuan index yang paling komprehensif untuk mengukur kualitas dan kuantitas wisata halal di berbagai negara. Tak heran tahun 2016, NTB berhasil meraih the best halal destination. Point terakhir, lanjut Arief, adalah pemulihan NTB pasca gempa bumi pada awal Agustus 2018 lalu yang masih terus berjalan. Program trauma healing untuk SDM pariwisata di NTB juga terus berlanjut dan diharapkan pada awal April 2019 sudah pulih sepenuhnya. “Terkait destinasi, diharapkan pada bulan Maret 2019 bisa selesai dan April sudah full recovery. Yang paling utama adalah normalisasi penerbangan. Saat ini kita sedang membangun kepercayaan itu kembali. Siapa saja yang terbang ke Lombok kita bantu dan beri intensive dan dipromosikan, saya pastikan Lombok akan kembali dengan cepat, karena komitmen gubernurnya,” cetusnya. (SR)






