KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPT PP KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR ( 11/12/2018)
Ini khabar gembira bagi siapapun termasuk pengusaha penyedotan tinja Water Closed di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum KSB melalui Bidang Cipta Karya membuka layanan gratis pengolahan limbah tinja rumah tangga. Artinya siapapun bisa membuang limbah tinja ke Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) milik Dinas PU yang berlokasi di wilayah Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang, tepatnya di samping Pembuangan Sampah Akhir (TPA) IPLT yang dibangun Tahun 2016 lalu melalui Satuan Kerja Penyetan Lingkungan dan Pemukiman (Satker PLP) Kemen-Pupera. Fasilitas itu mampu menampung 25 meter kubik tinja per hari. “Untuk saat ini kita akan gratiskan semua pelayanan IPLT. Caranya menghubungi Dinas PUPR khususnya Bidang Cipta Karya langsung kita layani dengan senang hati, kita akan gratiskan sampai ada Perbupnya yang sedang kita susun,” ungkap Kabid Cipta Karya PUPR PP KSB, Abdul Azis belum lama ini.
Pelayanan pengolahan yang diberikan tersebut secara cuma-cuma, tanpa ada biaya sepeserpun. Siapapun dia tanpa terkecuali termasuk para pemilik usaha penyedotan tinja WC bisa mengangkut dan membawa limbah tinja itu ke IPLT. Selama ini diakui Azis, limbah domestik atau tinja manusia hasil pengurasan dari septic tank rumahan hanya dibuang begitu saja ke sejumlah tempat. Namun mulai sekarang para pemilik usaha bisa membuangnya ke IPLT Batu Putih. “Pengusaha swasta tinggal mengangkut tinja hasil sedotan limbah rumah tangga (bukan limbah industri atau bukan limbah domestik sampah, red) ke lokasi IPLT. Petugas akan memandu pengemudi mobil tangki pengangkut limbah tinja ini,” bebernya.
Disinggung mengenai caranya, Azis menyebutkan pertama, limbah tinja dari truk tangki dimasukkan ke solid sparation chamber (SSC), kemudiam diendapkan sampai kering hingga sekitar dua minggu. Air yang dihasilkan dari endapan itu dialirkan keluar dari pipa. Jika tinja di SSC sudah padat, kemudian diambil dan dikeringkan di bak penjemur untuk kompos. Sementara air dari SSC dialirkan ke kolam anaerobi, lalu ke kolam fakultatif, dan kolam maturasi. Air di dua tempat ini hasilnya sudah netral untuk selanjutnya mengalir ke bak kontrol dan bak indikator. “Saat ini IPLT sudah mulai kita operasikan dan pupuknya sudah kita gunakan untuk keperluan sendiri untuk ujicoba dan hasilnya sangat bagus untuk menyuburkan tanaman. Jadi kedepan semua hasil IPLT bisa diambil oleh masyarakat secara gratis untuk keperluan pertanian. Kita sudah memiliki satu armada tangki pengangkut tinja yang siap beroperasi melayani masyarakat,” pungkasnya. (HEN/SR)






