TAGANA Tuntaskan Keinginan Terakhir Almarhum Pak Le’

oleh -294 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (11/11/2018)

Sudah seminggu Heru Istono Subekti (55 tahun) meninggalkan dunia ini. Kepergiannya merupakan duka yang mendalam bagi keluarga terutama Anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Sumbawa. Pasalnya Pak Le–sapaan akrab Almarhum, adalah salah satu anggota organisasi kemanusiaan tersebut yang dinilai paling aktif. Sebelum kepergiaannya, ada satu keinginan terbesarnya yang belum sempat diselesaikan. Yakni merehab rumah panggung sederhananya menjadi rumah layak huni. Ini terlihat dari kerja kerasnya membangun pondasi rumah dari hasil jerih payahnya sebagai tukang parkir. Pondasi yang dikerjakan sendiri ini tidak selesai, batu bata masih menumpuk dan beberapa zak semen masih belum terpakai. Namun takdir Yang Maha Kuasa menghampirinya menuju alam yang kekal dan abadi. Keinginan Pak Le inilah yang akan dituntaskan para sahabatnya di TAGANA. Untuk melanjutkan rehab rumah tersebut, Anggota TAGANA yang dikomandani Dedi Susanto S.Pd.I, menggelar Bhakti Sosial (Baksos), Minggu (11/11) pagi hari ini.

Koordinator TAGANA, Dedi Susanto kepada SAMAWAREA mengatakan bahwa bhaksos ini merupakan  inisiatif TAGANA dalam upaya menunaikan hajat almarhum yang ingin memberikan rumah yang layak huni kepada istri dan anak-anaknya. Terselenggarannya Baksos ini karena dukungan sejumlah pihak. Sebagian dana terkumpul dari urunan anggota TAGANA baik di Sumbawa maupun kabupaten/kota di NTB. Selain itu bantuan dana pribadi dari Bupati Sumbawa, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Sosial beserta jajarannya. Ada juga beberapa donatur yang mengenali Almarhum. Karena itu Dedi menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak sehingga Baksos dapat terlaksana dengan lancar. “Tentunya kami berharap doa terbaik untuk almarhum agar dapat dimudahkan langkahnya menghadap Allah SWT dan diberikan kenikmatan kubur,” ucap Dedi.

Pak Le meninggal dunia seminggu yang lalu. Dia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Kepergiaannya cukup mendadak karena sesaat sebelumnya terlihat segar bugar dan tidak mengalami sakit. Hanya kelelahan dan kurang tidur setelah bekerja keras menyelesaikan pondasi rumahnya. Selama menjadi anggota TAGANA, Pak Le yang akrab disapa Macan Ompong ini sangat aktif dan selalu berada di lokasi bencana untuk menolong sesama. Kiprah terakhirnya adalah menolong korban bencana di Lombok Utara selama hampir sebulan lalu berlanjut di Alas, Alas Barat dan Buer hingga selesai masa tanggap darurat. Keberadaan Pak Le di tengah-tengah anggota lainnya membuat suasana terasa hangat. Selain yang paling tua, Pak Le humoris dan suka membantu. Tidak heran Pak Le cepat akrab dengan siapa saja. Selamat jalan kawan, kiprahmu bernilai ibadah untuk bekal di akhirat kelak. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *