SUMBAWA BESAR, SR (25/11/2018)
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc meyakini bahwa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) bakal menjelma bukan hanya menjadi yang terbaik di NTB, tapi sebagai model perguruan tinggi di Indonesia. Selain menjadi tujuan menimba ilmu para mahasiswa dari seluruh nusantara, UTS juga memiliki dosen yang luar biasa. Dikatakan Dr Zul—sapaan Gubernur yagn juga pendiri UTS, bahwa perguruan tinggi di kaki Bukit Olat Maras ini terkenal dengan satu semboyan “where there is a will, there is a way” (dimana ada keinginan, pasti ada jalan). Teknologi tidak harus identik dengan pabrik. Karena teknologi itu memiliki terminologi yang luas yang membutuhkan ekonom, akuntan, psikolog dan lainnya. Dari awal, UTS dibangun tidak seperti bayangan semua orang yang hanya ada kegiatan belajar mengajar. Bangunan baru yang ada di lokasi ini diharapkan akan menjadi rumah pebisnis dan industrialis. Sebab sebuah universitas tidak akan bertahan jika pembiayaannya tergantung kepada mahasiswa saja. Universitas tidak mungkin akan maju jika dosennya hanya mengharapkan gaji yang dibayarkan orang tua mahasiswa. Universitas baru akan maju jika di sekelilingnya muncul industri dan pengusaha. Kemudian industri itu menjadi tempat bekerja mahasiswa dan memback-up universitas secara finansial. “Saya membayangkan nanti kompleks Batu Alang ini akan dijejali dengan industri besar. Sehingga Dekan dan Rektor kita berkantor di situ. Kalau mau mengajar karena hobi dan mencintai mahasiswa serta mahasiswinya, bukan karena mencari kehidupan dan penghasilan,” tukasnya.
Disinggung mengenai wisuda tahun ini, Dr. Zul mengaku sedikit berbeda. Karena ada mahasiswa serta mahasiswi yang berasal dari luar NTB. Mereka adalah pejuang awal yang berani melangkah ke Sumbawa. Bahkan ada salah satu orang tua mahasiswa yang datang langsung dari Belanda untuk menghadiri wisuda putrinya. Dia yakin, tahun mendatang wisuda akan berbeda lagi karena mahasiswa dari luar daerah akan lebih banyak. (JEN/SR)






