MATARAM, SR (01/11/2018)
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meminta para Kepala Desa (Kades) untuk menjadi bagian dalam menulis cerita manis tentang Lombok Tengah. Bukan menjadi bagian yang menulis horor story atau cerita gelap tentang Lombok Tengah. “Saya minta para Kades tidak menulis horor story atau cerita gelap tentang Lombok Tengah,” pinta Gubernur saat menerima silaturrahmi Forum Kepala Desa se-Lombok Tengah, didampingi Kepala Bakesbangpoldagri dan Kepala DPMPD & Dukcapil di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (1/11/2018).
Di hadapan para Kades yang hadir, Gubernur mengajak untuk senantiasa menjaga kondusifitas Lombok Tengah, khususnya di Kawasan Mandalika, yang ini sebagai salah satu kawasan wisata kelas dunia. “Mari kita sama-sama menyukseskan pelaksanaan event Marathon terbesar di dunia yang akan di laksanakan di Kawasan Wisata Mandalika. Di Lombok Tengah saya akan bikin Pacuan Kuda terbesar di NTB. Saya telah memerintahkan Kadis Pariwisata untuk menganggarkan dan itu cukup besar,” ungkapnya.
Dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD), Doktor Zul–sapaan Gubernur NTB, meminta Kades selalu menjalankan program sesuai dengan aturan. Agar semua dapat dipertanggungjawabkan dengan baik secara hukum. “Jangan sampai banyak Kades di Loteng tersangkut masalah hukum, karena banyak ADD mereka susah dipertanggungjawabkan,” ingatnya.
Doktor Zul berharap kegiatan silaturrahmi tersebut merupakan awal diskusi dengan para Kades sebagai ujung tombak pembangunan di daerah. Ia berjanji akan mengajak Bupati Loteng turun langsung ke desa-desa berdiskusi dengan kepala desa di tempat masing-masing. Gubernur menceritakan, tidak semua kondisi desa di NTB sama seperti di Lombok Tengah. Banyak desa-desa di NTB yang membutuhkan tenaga ekstra untuk mengunjunginya. “Bahkan untuk menjangkau satu desa terpencil di NTB, ada yang berangkat pagi sampainya malam, ada juga yang membutuhkan pengorbanan besar dengan menantang ombak lautan yang besar,” jelasnya.
Untuk itu kedepan “Kalau NTB mau hebat, mau jaya, mau sukses, yang sanggup mendatangi desa-desa di NTB. Kata kuncinya NTB gubernurnya harus yang masih muda,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kades Loteng, Sahip berharap, dengan adanya silaturrahmi bersama Gubernur NTB, segala permasalahan di tingkat desa di Lombok Tengah dapat diselesaikan. Menurutnya saat ini permasalahan Desa di Loteng Seperti, permasalahan air di kawasan Lombok Tengah, ketersediaan rumah sakit bertaraf internasional di kawasan wisata, dan terealisasinya bantuan umum dan bantuan khusus dari Pemerintah Provinsi, serta bantuan keuangan desa dari Provinsi sesuai Undang-Undang Desa nomor 6, sebesar minimal 10 persen dapat diberikan. “Ini merupakan sejarah Kades se-Lombok Tengah diundang Gubernur, semoga ini tetap berlanjut kedepan,” harapnya. (JEN/SR)






