SUMBAWA BESAR, SR (20/10/2018)
Kondisi listrik di Kabupaten Sumbawa sangat aman. Tidak ada defisit, melainkan memiliki daya berlebih. Bahkan PLN Sumbawa siap mengakomodir puluhan ribu pelanggan baru.
Manager PLN (UP3) Sumbawa, Hamzah Hasanuddin didampingi Galih Febriantoro (Manager Bagian SDM Administrasi), Firmansyah (Manager bagian Jaringan) dan Ardhi Tartahadi (Manager UPK Tambora), saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (20/10), mengakui hal itu. Menurutnya, saat ini daya mampu pembangkit tersebar di tiga sub sistem. Yakni Sub Sistem Sumbawa tepatnya Labuhan, mengkafer daerah Sumbawa, Alas, dan Lape. Kemudian Sub Sistem Taliwang-Alas mengkafer bagian Alas Barat hingga Taliwang), dan Sub Sistem Empang mengkafer daerah Empang hingga perbatasan Lape). Jika digabungkan tiga Sub Sistem Besar ini ditambah dengan sub sistem Lunyuk, Sebotok, dan lainnya, PLN Sumbawa memiliki daya mampu 53 Megawatt (MW) sementara beban puncaknya hanya 43—44 MW untuk melayani sekitar 160 ribu pelanggan. Artinya masih terdapat surplus (kelebihan) daya mencapai 9—10 MW. Dengan kelebihan daya ini, PLN Sumbawa masih bisa mengakomodir 30 ribu pelanggan baru. Kenyataan ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan program pemasangan baru maupun tambah daya. Apalagi PLN memberikan kompensasi atau pemotongan biaya pemasangan dan tambah daya hingga 50 persen. Kompensasi tersebut diberikan sebagai upaya PLN untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya. Mengingat tahun 2018 ini merupakan tahun penjualan guna memenuhi target yang dibebankan kepada PLN di seluruh Indonesia termasuk PLN Sumbawa. Karena itu ungkap Hamzah, pihaknya sangat menghindari terjadinya pemadaman listrik. “Ketika padam apa yang mau kita jual. Kita benar-benar menjaga agar tidak padam sehingga jualan kita lancar,” demikian Hamzah—akrab pria berdarah Sulawesi ini disapa. (JEN/SR)





