SUMBAWA BESAR, SR (29/10/2018)
Setelah menang Hibah PKM tahun 2018, UNSA telah melakukan kegiatan dalam menyukseskan pelaksanaannya. Bentuk kegiatan yang telah dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan berhubungan dengan pengolahan jagung, dan teknik budidaya serta penanganan pasca panen jagung. Keberadaan program ini sangat direspon positif oleh masyarakat setempat. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang berpartisipasi cukup banyak hingga mencapai 25 orang, dan tidak hanya berasal dari Desa Leseng tetapi dari desa lainnya yaitu Desa Pernek dan Desa Sebasang.
Heri Kusnayadi MP menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat ditunggu oleh masyarakat yang ingin meningkatkan pendapatan ekonomi keluarganya melalui budidaya pertanian dan olahan hasil jagung. Heri juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan pada dua kelompok yang telah ada sebelumnya yaitu Kelompok Tani (Poktan) Budidaya Jagung Lahan Kering dan Kelompok Wanita (Pokwan) Rumpi Sayang Keluarga. Kedua kelompok ini berada di Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu.
Pada kesempatan yang sama Yadi Hartono, M.Si, selaku narasumber menjelaskan teknik pemasaran dapat dilakukan melalui dua cara yaitu konvensional dengan penitipan ke berbagai kios dan toko-toko yang terdapat di Kecamatan Moyo Hulu bahkan Kota Sumbawa. Kemudian pemasaran secara online menggunakan media sosial seperti facebook, instagram, atau whatsapp yang jangkauannya lebih luas. Selain Yadi Hartono, M.Si, Wening Kusumawardani MP—narasumber lainnya menjelaskan bahwa jagung dapat diolah menjadi beragam bentuk olahan seperti Brownis, Dodol jagung, Jagung Semarang serta Emping Jagung. Namun pada pelatihan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini telah diproduksi olahan dalam bentuk brownies dan dodol jagung beraneka rasa, serta jagung semarang. Olahan telah dikemas lebih menarik dengan label kelompok usaha. Hasil olahan telah dipasarkan di berbagai tempat seperti di KOPMA Universitas Samawa, dan telah dipublikasikan di berbagai media social seperti facebook dan whatsapp. Harapan masyarakat terhadap program PKM ini agar tetap dilanjutkan untuk membantu masyarakat dalam penanganan dan peningkatan nilai jual jagung. Kedepan UNSA akan terus melakukan pendapingan terhadap semua kelompok binaannya. (SR)






