RSUD Assyifa Kirim 3 Perawat Ikut Pelatihan Hemodialisa 

oleh -396 Dilihat
Mensos RI didampingi Bupati dan Wakil Bupati KSB serta Direktur RSUD As-Syifa mengunjungi pasien cuci darah

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASSYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (20/09/2018)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Assyifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum lama ini mengirim 3 perawat untuk mengikuti pelatihan hemodialisa. “Kita bersyukur saat ini kita bisa mengirim 3 perawat untuk mengikuti pelatihan Hemodialisa, karna pelatihan ini sangat langka sekali, dan kuota pesertapun sangat terbatas sehingga semua daerah berebutan untuk mendaftar,” kata Direktur RSUD Assyifa, dr Carlof Sitompul kepada SAMAWAREA, Rabu (19/9).

Keberhasilan rumah sakitnya mengirim tiga perawat untuk pelatihan yang sangat penting ini, ungkap dr Carlof, berkat jaringan yang ada di samping kerja tim RSUD yang saling membangun. Pemerintah daerah juga ikut memberikan supportnya.

Pelatihan ini bermanfaat mengingat tenaga medis yang memiliki keterampilan untuk Hemodialisa sangat terbatas. Sehingga petugas medis terampil harus bekerja ekstra karena pasien Hemodialisa semakin bertambah. “Saat ini kita hanya memiliki perawat terampil hemodialisa hanya tiga orang, mereka harus bekerja setiap hari tanpa ada yang menggantikan. Hanya libur di Hari Minggu saja, sedangkan pasien Hemodialisa mencapai 30 orang lebih, yang dengan terpaksa harus dilayani sampai sore,” ungkap Dokter Carlof.

Bahkan di Hari Raya Idul Fitri dan hari besar lainnya, petugas ini tidak libur karena pasien hemodialisa tidak boleh terlambat dalam mencuci darah. Jika terlambat akan berakibat fatal dan bisa meninggal dunia. Setiap pasien harus mencuci darahnya 2 kali dalam seminggu. Setiap minggunya pasien selalu full. Kondisi ini diakui dr Carlof, sudah berjalan selama 2 tahun sejak dibuka 2017 lalu. Bahkan saat bencana gempa kemarin, pelayanan tetap berjalan. “Dengan beban kerja yang begitu berat saya takut juga nanti petugas kami stres, sehingga kami terus menerus mencari tempat pelatihan yang ada, dan syukur saat ini sudah ada dan tempat pelatihannya sangat bagus sekali,” ucapnya.

Dengan akan bertambahnya perawat terampil hemodialisa ini, pihaknya bisa mengatur shif pelayanan. Sebab bagaimanapun juga, petugasnya memiliki hak pribadi seperti berkumpul dengan keluarga dan liburan menghilangkan tekanan pekerjaan yang begitu tinggi. “Semoga dengan penambahan perawat terampil ini pelayanan hemodialisa bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Dr. Carlof juga menambahkan kendala lain di Hemodialisa. Pihaknya kekurangan ruangan untuk penambahan mesin hemodialisa. Ruangan yang ada sudah penuh terisi. Saat ini hanya memiliki 9 mesin pencuci darah, dibandingkan dengan jumlah pasien yang berdatangan masih sangat minim. Dengan terbatasnya alat ini terpaksa banyak pasien yang ditolak. Idealnya mesin yang ada berjumlah 20 unit. (HEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *