SUMBAWA BARAT, SR (04/09/2018)
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerjunkan 171 personil gabungan yang terdiri dari 76 orang TNI dari Yonzipur 9/Kostrad, 40 personil Pol PP, dan 20 orang personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ditambah dengan anggota polres KSB sebanyak 35 orang, untuk mempercepat proses rekonstruksi pasca bencana gempa bumi yang melanda daerah tersebut. Selain ratusan pasukan, Yonzipur juga menurunkan 1 unit alat berat ditambah dengan beberapa alat berat yang dimiliki Pemda KSB.
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM menekankan kepada kepala BPBD untuk memperioritaskan tersedianya fasilitas pendidikan dan kesehatan di masyarakat. Untuk beberapa sekolah yang ruangan kelasnya tidak bisa lagi digunakan, Pemda akan membangun sekolah darurat yang layak untuk sementara. “Rehabilitasi dan konstruksi bangunan ini akan memakan waktu berbulan-bulan, kita harus segera membuat sekolah sementara agar anak-anak segera kembali belajar,” ujar Bupati saat memberi sambutan pengantar pada rapat perencanaan kegiatan di Posko Penanganan Bencana Kabupaten di halaman kantor BPBD KSB, belum lama ini.
Tempat belajar sementara, sambung Bupati, harus benar-benar aman dan jauh dari bangunan sekolah yang akan direkonstruksi nantinya, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar saat bangunan sekolah yang terindikasi rusak total dirobohkan. Bupati berharap proses belajar mengajar bisa segera dilaksanakan, keterlibatan para camat juga sangat menentukan kecepatan kinerja pasukan nantinya. Karena selain pihak Dikpora, para camat yang mengetahui pasti situasi di wilayahnya masing-masing. “Bahan-bahan yang akan digunakan untuk membangun sekolah darurat sudah siap. Saya minta kepada Camat untuk mampu menentukan titik lokasi, sehingga nanti sudah langsung bisa dieksekusi,” kata Bupati.
Menurut Bupati, kehadiran anggota TNI di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting untuk mendorong partisipasi dan semangat masyarakat untuk bersama-sama bergerak bahu-membahu dan bergotong royong membuat sekolah darurat serta membersihkan puing-puing bangunan.
Sementara itu, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., melaporkan tentang jumlah dan kesiapan pasukan TNI yang akan diterjunkan ke lokasi. Sejauh ini TNI dan Polri selalu mendukung dan berusaha maksimal membantu Pemda dalam menghadapi masalah di lapangan dan membantu kesulitan warga. Bangunan sekolah sementara harus segera dibuat karena walaupun beberapa kelas masih bisa digunakan namun trauma pada anak sekolah masih terasa, orang tua murid juga belum mau mengizinkan anaknya untuk belajar di dalam ruangan kelas.
Untuk diketahui, sejak Jumat, 31 Agustus 2018 lalu, pasukan TNI atas perintah Panglima mulai berdatangan ke KSB untuk membantu korban gempa bumi. Di Kecamatan Seteluk KSB telah tiba pasukan BKO Yonkes 2 Kostrad. Pasukan berjumlah 82 personil yang dipimpin Mayor Ckm Djefri Frederick L, Sp.An,.M.Kes dengan membawa perlengkapan 2 unit truck 3/4 Box, 2 unit Genset, 3 truck NPS, 1 strada dan 3 Ambulans. Dengan peralatan tambahan berupa tenda tempat operasi bedah 3 buah, tenda tempat apotik 1 buah, tenda untuk polly umum 1 buah, tenda untuk pendaftaran pasien dan tenda perawatan medis 2 buah. Selain dari Yonkes 2 Kostrad TNI juga menurunkan pasukan Yon Zipur 9/ 1 yang berjumlah 76 orang. Sehingga total Pasukan yang diturunkan berjumlah 158 orang.
Kepala Pelaksana BPBD KSB, Ir. Lalu Muhammad azhar, MM., juga memberi laporan kepada Bupati tentang kesiapannya dalam melakukan serangkaian kegiatan. BPBD akan memaksimalkan ratusan personil yang ada untuk membuat tenda sekolah darurat seperti yang diarahkan oleh Bupati. 171 personil gabungan tersebut akan ditempatkan di tujuh titik atau tujuh sekolah yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Poto Tano antara lain di SD Kuang Busir, SD Kokarlian, dan SMP 2 Poto Tano. Sementara di Kecamatan Seteluk terdapat dua titik yakni SDN 2 Meraran dan SDN Tapir. Titik terakhir adalah dua sekolah yang berada di Kecamatan Brang Rea yakni SDN Sepakat dan SDN seminar. (HEN/SR)






