Jaring Pejantan Tangguh, Dinas Peternakan Gelar Kontes Ternak

oleh -601 Dilihat
Kerbau bersujud di hadapan pemiliknya saat kontes ternak di Kecamatan Utan, dua tahun lalu

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (19/09/2018)

Potensi ternak di Kabupaten Sumbawa terbilang meningkat. Namun semakin lama, postur ternak Sumbawa kecil-kecil. Salah satu penyebabnya karena induk ternak terutama pejantannya juga kecil. Artinya bukan dikategorikan sebagai ternak unggulan. Karena itu sebagai solusi, harus dicari pejantan dan induk yang besar. Untuk mencari dan menjaring pejantan dan induk dimaksud, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menggelar Kontes Ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/9) mengatakan, Kontes Ternak ini dilaksanakan pada tanggal 26 September 2018. Penilaian di seluruh kecamatan sudah selesai dilakukan. Nanti pada Hari H, nominasi ternak tersebut diundang untuk mengikuti kontes. Kontes Ternak ini ungkap Talif—akrab pejabat ramah ini disapa, digelar sekali dalam dua tahun. Untuk tahun 2018 ini, Kontes Ternak dilaksanakan di Raberas, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa.

Kadis Peternakan Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si

Talif mengakui kondisi ternak Sumbawa saat ini kecil-kecil. Sebab banyak induk dan pejantan yang unggul dijual pemiliknya. Karena itu selain melalui Kontes Ternak, upaya lain agar tetap mempertahankan keberadaan pejantan dan induk unggul, Dinas Peternakan melalui APBD akan membeli ternak yang besar-besar dari pemiliknya. Kemudian ternak itu dialihkan untuk dipelihara masyarakat dalam bentuk kelompok agar dikawinkan sehingga keturunannya lahir dengan postur yang besar dan unggul. “Seperti di Pulau Lombok, pejantan yang besar dibisniskan dengan cara disewa untuk dikawinkan. Harapan inilah yang harus dilakukan oleh peternak kita di sini agar mendapat income dari keberadaan ternak pejantan unggul. Tidak hanya itu ternak unggul memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sangat menguntungkan peternak,” demikian Kadis Talifuddin. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *