SUMBAWA BESAR, SR (24/09/2014)
Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan seluruh Perguruan Tinggi di Kabupaten Sumbawa menggelar Kongres Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (Congress on Science and Technology for Regional Development) 2018. Kegiatan bertema “Pengembangan Daerah melalui Inovasi dan Implementasi Kebijakan Berbasis Riset” yang digelar di Auditorium Universitas Samawa, Senin (24/9) ini merupakan yang pertama dan terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Sumbawa, Pimpinan DPRD, Ketua beserta anggota Dewan Riset Daerah (DRD), Rektor UNSA, Rektor UTS, Rektor Hamzanwadi, dan sejumlah narasumber.
Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan M.Pd menyatakan bahwa kongres IPTEK daerah merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Dewan Riset Daerah. Dalam kurun waktu hampir setahun sejak dilantik 30 Oktober 2017, DRD telah menunjukkan kiprahnya yang signifikan dalam mendorong pengembangan Iptek di daerah. “Dalam konteks pembangunan daerah kita, keberadaan Dewan Riset Daerah telah memberikan arti yang sangat penting dalam mengakselerasi pengembangan dan penerapan Iptek. Langkah strategis dalam membangun daya saing adalah melalui pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Membangun daya saing akan efektif bila pengorganisasi kegiatan riset dilakukan secara terarah dan terpadu sehingga menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya guna dan berhasil guna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati menyinggung bahwa Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah terdampak bencana gempa bumi. Pada bencana kemarin yang menyebabkan kerusakan parah ini memberikan gambaran betapa pentingnya mitigasi kebencanaan antara lain melalui kerekayasaan tahan gempa untuk rumah, sarana-prasarana dan infrastruktur, maka masyarakat perlu diberikan pemahaman yang memadai mengenai konstruksi tahan gempa. Demikian pula para tukang-tukang bangunan yang membangun rumah, perlu diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai konstruksi tahan gempa. “Di sinilah peran penting masyarakat kampus, agar ikut serta membangun kesadaran masyarakat mengenai cara-cara beradaptasi dengan lingkungan dimana kebencanaan telah menjadi bagian kehidupan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Samawa Dr. Syafruddin, SE. MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kongres yang diinisiasi DRD Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan seluruh Perguruan Tinggi tersebut sangat penting bagi generasi muda khusunya akademisi yang selalu butuh sikap dinamis dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dapat menimba dan mencoba menggali ilmu dan strategi-strategi untuk menjadi orang sukses.
Sebelumnya Ketua DRD Sumbawa Dr. Arief Budi Witarto selaku Ketua Penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya melalui media sosial untuk sama-sama berbagi tentang minat. Kongres diikuti sebanyak 120 orang peserta, dengan menghadirkan 5 orang narasumber yaitu Prof. Ir. Dahlan yang merupakan Dosen Universitas Mataram, Dr. Erwin Fahmi, Kombes Pol. Zulkarmaen Yusuf, Dr. drg. Eka Erwansyah M.Kes, dan Boris Syaifullah (CEO BCC). (JEN/SR)






