MATARAM. SR (17/09/2018)
“Sebelumnya anak saya hanya bisa duduk dan tidur. Sekarang sudah bisa jalan walau menggunakan kursi roda,” ucap Jaenab.
Harpan namanya, bocah Dusun Bat Pawang, Desa Sesait Kayangan Lombok Utara. Umurnya baru 11 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SDN 1 Sesait. Sudah 10 bulan ini ia tidak bisa jalan akibat infeksi parah di kakinya. Awalnya orang tua dan keluarganya menduga ia hanya terkena bisul. Namun mereka baru sadar ternyata itu infeksi parah yang menyebabkan kaki anaknya lumpuh. Pernah bocah ini dibawa ke rumah sakit oleh ibunya tapi sayangnya hanya dirawat, tak dilakukan operasi karena terkendala biaya.
Kesedihannya semakin bertambah ketika ia mengetahui rumahnya luluh lantah dilanda bencana bumi beberapa waktu lalu. Sekarang ia terpaksa tinggal bersama pengungsi lainnya, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali tidur dan duduk. Sampai akhirnya relawan dari Rumah KAMMI Peduli NTB datang menghampiri, membawa kursi roda untuknya. Bahagia di raut wajahnya tak bisa disembunyikan lagi ketika mengetahui ‘hadiah’ yang dibawa para relawan adalah benda yang mampu membuatnya bisa berjalan lagi. Ia kini bisa tertawa dan bercengkrama dengan teman-teman sebayanya. Tak henti-hentinya ia mengucapkan terimakasih.
Harpan merupakan potret dari korban gempa Lombok, tentu masih banyak lagi yang belum tertolong. KAMMI membuka kesempatan kepada para donatur untuk membantu Harpan dan anak-anak Lombok lainnya. (SR)






