Waktu Sudah Mepet, Pengerjaan Jembatan Sebeok Lambat

oleh -322 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (16/08/2018)

Proyek pembangunan Jembatan Sebeok, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa berpotensi menjadi kasus. Pasalnya pengerjaan proyek senilai Rp 4 Milyar tersebut berlangsung lambat. Hal ini diketahui setelah TP4D Sumbawa turun mengecek proses pembangunan jembatan tersebut, Kamis (16/8) tadi. Pengecekan ini langsung dipimpin Kajari Sumbawa, Paryono SH. Saat turun lapangan tim didampingi perwakilan dari sejumlah dinas terkait yakni Kabag Pembangunan, Inspektorat, PPK dan Pengawas, serta instansi teknis dari Dinas PUPR Sumbawa. Di lapangan ditemukan fakta bahwa pekerjaan jembatan tersebut masih dalam proses pengecoran kolom kedua pada jembatan sepanjang 50 meter ini. Sementara batas akhir pelaksanaannya Oktober mendatang.

Ketua TP4D Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting SH yang ditemui usai turun lapangan mengakui keterlambatan proses pengerjaan jembatan ini. Dari pengecekan terungkap pembangunannya baru mencapai 20 persen. Artinya terjadi deviasi atau keterlambatan hingga 13 persen dari seharusnya saat ini 33 persen. Temuan ini menjadi perhatian serius TP4D. Pihaknya merekomendasikan agar kontraktor pelaksana menambah jumlah tenaga kerja, alat dan waktu kerja agar dapat mengejar deviasi. “Deviasinya sangat besar. Ini sangat rawan,” kata Putra—sapaan Kasi Intel low profil ini.

Kontrak proyek ini akan berakhir pada 10 Oktober 2018. Sementara pengerjaan baru pondasi awal. Keterlambatan ini terjadi pada penyerahan awal pekerjaan. Selebihnya ketika bulan puasa dan lebaran karena tidak ada tenaga kerja. Menurut pengawas jumlah tenaga kerja hanya 22 orang. Karena ada deviasi, disarankan ada penambahan tenaga kerja dan alat. “Semua harus ditambah dan dikebut karena pekerjaan saat ini masih belum optimal,” tukasnya.

Kekhawatiran lainnya lanjut Putra, di lokasi proyek belum terlihat adanya material. Pekerja juga belum cukup banyak dan baru melakukan pengecoran untuk kolom kedua. Jika rekomendasi ini tidak dilaksanakan, TP4D mengancam untuk mencabut pendampingan atas proyek tersebut. “Proyek ini sifatnya urgen. Sehingga para pihak terkait harus memberikan perhatian dalam pembangunannya,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *