RSMA Belum Bayar Utang, UTD PMI Ancam Hentikan Droping Darah

oleh -363 Dilihat
Andi Rusni

SUMBAWA BESAR, SR (30/08/2018)

Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Sumbawa mengancam akan menghentikan pasokan darah ke Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA). Pasalnya rumah sakit yang berlokasi di Kilometer 7 Jalan Lintas Sumbawa—Bima ini telah empat bulan (April—Juli 2018) menunggak biaya pengganti pengolahan darah senilai Rp 239 juta lebih. “Mau tidak mau kami terpaksa menghentikan pelayanan darah ke RSMA karena tidak ada kejelasan pelunasan hutang itu,” tegas Andi Rusni SE, Wakil Ketua II PMI Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/8) kemarin.

Belum dibayarnya hutang tersebut, lanjut Andis—sapaan pengurus PMI yang juga Anggota DPRD Sumbawa ini, sangat mempengaruhi operasional di UTD termasuk belanja pegawai dan lainnya. Pihaknya aku Andis, sudah berkali-kali melakukan penagihan, namun RSMA tetap memberikan janji-janji. Padahal berkas pengajuan dari PMI lengkap dan sudah diberikan kepada RSMA. “Minggu kemarin kami dijanjikan, sebelum tanggal 1 September, semua tunggakan itu akan dilunasi. Tapi kenyataannya sampai saat ini belum ada realisasinya, bahkan semakin tidak jelas dan tidak ada kepastian,” tukas Andis.

Ancaman PMI menghentikan pelayanan darah ke RSMA, ungkap Andis, bukan tidak berempati kepada masyarakat yang menerima pelayanan medis di rumah sakit milik pemerintah propinsi tersebut. Pihaknya sangat berempati, namun anggaran yang masih tertahan di RSMA membuat pelayanan UTD PMI terganggu. “Di satu sisi kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun di sisi lain kami terbentur dengan kondisi keuangan akibat sikap RSMA yang menunggak hutang hingga berbulan-bulan,” tandasnya.

Mestinya, sambung Andis, jika manajemen RSMA bagus tentunya kewajiban mereka dibayar setiap bulan agar kelangsungan operasional PMI berjalan lancar. “Semoga permasalahan ini menjadi perhatian pemerintah terutama pengelola RSMA,” pungkasnya.

Sementara Direktur RSMA yang dikonfirmasi terpisah melalui Kabid Penunjang Medis, Surgawanto S.Sos, mengakui belum membayar tagihan dari UTD PMI Sumbawa. Dia mengakui tunggakan pembayaran itu dari Bulan April hingga Juli 2018, namun berkas yang masuk hanya 2 bulan (April dan Mei) sementara berkas Juni dan Juli belum diajukan pihak UTD PMI.

Belum terbayarnya tunggakan ini ungkap Surgawanto, karena RSMA sudah menjadi BLUD. Untuk membiayai operasionalnya salah satu dukungan dari anggaran BPJS. Masalahnya tagihan RSMA ke BPJS hingga kini belum terealisasi. “Kita juga menunggu pencairan anggaran dari BPJS yang sampai sekarang belum masuk. Ketika hari ini anggaran BPJS sudah masuk ke rekening hari itu juga kami membayar tunggakan ke UTD PMI Sumbawa,” janjinya.

Masalah hutang di UTD PMI, kata Surgawanto, menjadi perhatian serius jajarannya. RSMA sangat mengetahui apa yang menjadi kewajibannya. Dan RSMA tidak ingin kerjasama dengan sejumlah pihak terganggu terutama dengan UTD PMI. Sebab persoalan darah merupakan kebutuhan penting dalam melayani pasien di rumah sakitnya. “Masalah keuangan RSMA sudah kami jelaskan kepada pihak UTD, semoga kita bisa saling memahami karena persoalan di luar unsur kesengajaan,” demikian Surgawanto. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *