Diinisiasi Mahasiswa KKN UTS, Desa Lamenta Kini Miliki Bank Sampah

oleh -346 Dilihat

Juga Ciptakan Alat Destilasi Plastik, Rubah Kresek Jadi BBM

SUMBAWA BESAR, SR (26/08/2018)

Masyarakat dan Pemerintah Desa Lamenta Kecamatan Empang, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melaunching Bank Sampah Lamenta (BSL), Jumat (24/8) kemarin. Dilaunchingnya BSL yang merupakan perpanjangan tangan Bank Sampah Induk di kawasan Sumbawa Technopark (STP) ini untuk maksimalkan potensi manajemen sampah menuju desa asri dan tertata. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lamenta ini bertema “Mengubah Sampah menjadi Berkah”. Sebanyak 33 partisipan dari aparatur desa, remaja masjid, dan ibu-ibu PKK, hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Desa Lamenta, Muhammad Taufik mengapresiasi kinerja tim KKN mahasiswa UTS yang menghadirkan program tersebut bagi masyarakat dan desanya. Taufik–sapaannya menganggap program yang tengah dilaksanakan itu memiliki sisi kemanfaatan dan maksimalisasi ekonomi desa yang lebih inovatif serta ramah alam. Bahkan, ia menganggap program itu mampu meningkatkan perekonomian warganya. Untuk itu, Ia mengajak masyarakat mendukung suksesnya program tersebut sehingga bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. “Bank Sampah di desa ini merupakan program yang menarik, karena dari sana banyak sekali manfaatnya. Bebas dari sampah dan bisa meningkatkan ekonomi warga,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Alat Destilasi Plastik, Rubah Kresek Jadi BBM

Launching yang juga dirangkaikan dengan Workshop Teknologi Tepat Guna (TTG) ini juga memaparkan prosedur pemakaian alat TTG Destilasi Plastik karya mahasiswa KKN. Sahri Yanti sebagai Dosen Pembimbing Lapangan KKN kelompok 24 menerangkan alat yang dinilai cukup praktis untuk digunakan itu setelah melalui pembakaran sampah plastik dan mendinginkan uap dari pembakaran hingga diperoleh destilat cair akan sangat bermanfaat karena dapat menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam skala rumah tangga.

Alat Destilasi Plastik karya mahasiswanya ini lanjut Yanti, bertujuan agar masyarakat setempat dapat meminimalisir sampah khususnya tas kresek yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti bahan bakar dan sebagainya. Pada kesempatan yang sama, mahasiswa secara langsung melatih masyarakat menggunakan alat tersebut dari awal pengolahan hingga menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. “Saya sangat mendukung keberadaan BSL dan TTG ini. Saya berharap program mahasiswa KKN ini terus dilanjutkan mengingat manfaatnya sangat menguntungkan bagi warga Desa Lamenta. Ke depannya warga tidak perlu susah-susah mencari BBM yang semakin lama semakin sulit didapatkan,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *