SUMBAWA BESAR, SR (25/07/2018)
Warga di bantaran sungai Brang Bara Kecamatan Sumbawa dibuat geger. Pasalnya sesosok mayat ditemukan dalam kondisi gosong di atas tumpukan sampah yang terbakar tepat di pinggir sungai, Rabu (25/7) pukul 10.00 Wita. Jasadnya sudah melepuh dan menghitam, sehingga sulit dikenali. Polisi bersama tim medis yang datang ke TKP melakukan identifikasi luar. Selanjutnya jasad yang masih mengenakan sepatu, baju kaos dan celana pendek ini dievakuasi ke RSUD Sumbawa untuk visum et repertum (VER) dan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Sejauh ini polisi belum bisa menyimpulkan apakah korban mati karena terbakar atau dibakar. Meski demikian identitas korban sudah diketahui. Hal ini berdasarkan dari pengakuan keluarga yang datang ke TKP mengenali dari pakaian yang dikenakannya sebelum ditemukan meninggal dunia. Dia adalah Rohadi (50) pemulung yang dikenal bisu.
Herman—kakak korban yang ditemui SAMAWAREA di depan Kamar Mayat RSUD Sumbawa, mengaku awalnya tidak mengenali jasad yang ditemukan dalam kondisi gosong tersebut. Meski pakaian dan sepatu korban masih sedikit utuh, Herman yang tinggal di Bukit Tinggi Kelurahan Pekat, masih tetap tidak mengenalinya. Sebab selama ini korban tidak tinggal bersamanya melainkan bersama saudaranya, Rahmad di Kelurahan Brang Bara. Untuk memastikannya, Herman memanggil Rahmad yang kemudian mengakui jika korban adalah Rohadi. Korban adalah anak ketiga dari 9 bersaudara. Sejak lahir dia sudah bisu, dan kerjanya menjadi pemulung.
Sementara Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zacky Maghfur SIK, mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban apakah terbakar atau dibakar. Untuk mengungkapnya, tim medis RSUD tengah melakukan visum dan otopsi. Namun dari informasi yang diserap di lapangan, korban diketahui kerap jatuh di tanggul pinggir sungai. Tanggul itu cukup tinggi, dan di bawahnya banyak batu-batu besar. Bahkan korban kerap terlihat tertidur sambil duduk di pinggir tanggul. “Ini belum bisa dipastikan, hanya informasi yang kami serap di lapangan,” ungkapnya, seraya mengaku masih melakukan penyelidikan. (JEN/SR)






