Setelah Cetak Operator, AKOM Siap Lahirkan Mekanik Alat Berat

oleh -1075 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (01/05/2018)

Meski belum genap berumur dua tahun, Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain bertambahnya infrastruktur, perguruan tinggi yang berada di kaki Bukit Olat Maras Kecamatan Moyo Hulu ini, sudah memiliki alat berat sendiri. Bahkan pada tahun akademik 2018 ini, AKOM berencana menambah satu program study yakni D2 Mekanik Alat Berat. Untuk diketahui, akhir Desember 2017 lalu, AKOM berhasil meluluskan 42 mahasiswa Angkatan Pertama (I) Tahun Akademik 2016/2017. Para mahasiswa itu diwisuda dan resmi menyandang gelar Ahli Pratama Teknik Alat Berat (A.P.Tab) atau Diploma (D1) Teknik Alat Berat. “Dari puluhan lulusan ini, 15 di antaranya sudah bekerja di berbagai daerah sebagai Operator Alat Berat,” ungkap Direktur AKOM, Agus Harlian SE saat menyambut kehadiran Pembina Yayasan Dea Mas, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc dan Ketua Yayasan, Ny. Niken Saptarini M.Sc, di Rektorat AKOM, belum lama ini.

Agus yang didampingi stafnya, Desi Mauldyawati menyebutkan saat ini mahasiswa AKOM mencapai 180-an orang dan sebagian besar tercata sebagai penerima beasiswa. Pada tahun ini pihaknya kembali menerima mahasiswa baru sekitar 100 orang. Saat ini yang baru mendaftar sudah 50 orang untuk D1 Teknik Alat Berat. Calon mahasiswa baru ini bersedia untuk membayar. Hal ini menujukkan antusiasnya masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di AKOM. Namun demikian Ia berharap masih terbuka peluang beasiswa untuk AKOM.

Desi Maulidyawati

Terkait dengan sistem mengajar, Agus Harlian mengaku menggunakan konsep sekolah alam. Selain teori, mahasiswa langsung melakukan praktek lapangan menggunakan alat berat seperti pembuatan kolam, cetak sawah dan penggalian parit. “Kami lebih banyak sekolah di bawah awan agar nantinya mahasiswa kami bisa menjadi bintang,” cetusnya beri’tibar, seraya mengaku tengah mengajukan Re-Akreditasi dan hasil asitasi pihak Kopertis, persyaratan yang dimiliki AKOM sudah lengkap.

Roby Firmansyah dan Ismail, mahasiswa angkatan II AKOM mengaku sudah cukup mahir mengoperasikan alat berat. Mahasiswa asal Desa Kerato ini berharap selepas dari AKOM nanti, mereka sudah siap diterima di dunia kerja. Dan mereka menyakini peluang kerja untuk operator alat berat masih sangat terbuka.

Sementara Ketua Yayasan Dea Mas (Yayasan yang menaungi AKOM), Ny. Niken Saptarini M.Sc mengakui perkembangan AKOM yang luar biasa. Dari sebelumnya sebongkah tanah, kini AKOM sudah menunjukkan jejak-jejak karya. Dalam beberapa tahun ke depan Ia optimis, akan melihat wajah lain AKOM yang lebih maju dan berkembang. “Sukses buat teman-teman AKOM, semangat terus jangan pantang menyerah. Mari kita raih kemanfaatan dari lembaga ini, semoga semua menjadi barokah,” cetusnya.

Di tempat yang sama Pembina Yayasan Dea Mas sekaligus Pendiri AKOM, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc menyatakan bahwa keberadaan AKOM berawal dari sebuah mimpi. Kini mimpi itu menjadi kenyataan. Ini memberikan pelajaran bagi semua orang agar tidak takut untuk bermimpi. “Orang menyangka ini hasil karya saya, padahal ini karya Bapak Agus Harlian dan teman-teman pengelola AKOM. Lahan ini tempat berdirinya AKOM akan menjadi lahan yang menghidupkan banyak harapan. AKOM akan bisa menjadi solusi untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *