SUMBAWA BESAR, SR (01/05/2018)
STKIP Paracendekia NW Sumbawa menyelenggarakan Pensi (Pentas Seni). Pensi menjadi program tahunan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang pada Tahun 2018 ini mengusung tema “Maha Karya Pentas Seni untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri, Kreatifitas, Keberanian dan Tanggung Jawab”. Selain dihadiri seluruh civitas akademik STKIP Paracendekia NW Sumbawa, juga dihadiri anak–anak yang mengikuti program PPA PKH (Penarikan Pekerja Anak, Program Keluraga Harapan) beserta kakak pendamping.
Pada PENSI yang diselenggarakan Senin (30/4) pukul 20.00 WITA ini, mahasiswa menampilkan banyak sekali karya seni, seperti Tarian, Puisi, Musik, Rabalas Lawas, dan Drama. Puisi yang dibacakan adalah puisi–puisi karya mahasiswa sendiri. Tujuan diadakannya PENSI adalah untuk melestarikan kesenian daerah Sumbawa. sebagaimana laporan Ketua Panitia Penyelenggara, Dila Maulana, Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris. Menurutnya, tidak sedikit generasi muda Tana Samawa yang tidak mengenal kesenian daerahnya sendiri. Karena itu kegiatan–kegiatan sejenis PENSI ini sangat baik untuk diagendakan secara rutin agar memotivasi mahasiswa berkreatifitas serta mengingatkan kembali kepada mereka bahwa Tana Samawa mempunyai beraneka kesenian daerah.
Hal senada juga disampaikan Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Dr. H. Iwan Jazadi, S.Pd., M.Ed saat membuka kegiatan PENSI. Dikatakannya, kegiatan ini menjadi salah satu wadah aktualisasi diri mahasiswa dalam menngembangkan kreatifitas. Doktor Iwan—sapaan akrabnya, berpesan kepada mahasiswa untuk tidak takut bermimpi, karena tidak ada yang tidak mungkin jika berusaha. “Kampus kita ini terlihat sederhana, tetapi kita yang berada di dalamnya mempunyai keinginan, semangat, dan mimpi yang besar. Selamat berkreasi, melakukan inovasi, karena kemajuan Tana Samawa ini adalah tanggung jawab generasi mudanya,” ujarnya.
Berikut potongan salah satu puisi karya mahasiswa STKIP Paracendekia NW Sumbawa:
Untukmu Pemuda Pemudi Bangsa
Adalah kegelisahanku, mungkin gelisah kita semua
Pada pemuda pemudi yang lupa menjadi manusia
Dikehidupannya hanya terbentang layar – layar perburuan cinta picisan
Membiarkan pendidikan hanyalah nilai-nilai lupa pada kehidupan kemanusian yang lebih dari sekedar
romansa ………………………………………………………………………….. (Karya: Satria Purdawansyah Mahasiswa STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Prodi. Bahasa Inggris) (SR)






