Jelang Pilgub NTB, IKPMS-M Gelar Bedah Video Debat Kandidat

oleh -492 Dilihat

Libatkan Organisasi Daerah se-NTB di Malang

MALANG, SR (27/05/2018)

Setiap Pemilukada, yang paling ditunggu publik adalah debat kandidat. Seperti debat kandidat para calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang disiarkan secara live oleh TV One belum lama ini. Pasalnya debat itu menjadi ajang pembuktian para calon gubernur terhadap visi misi mereka dalam membangun propinsi yang kaya dengan sumber daya alamnya. Debat merupakan medium bagi para calon untuk adu gagasan dengan cara ilmiah. Debat publik juga penting bagi masyarakat untuk melihat gagasan serta janji politik calonnya. Dalam debat itu hadir keempat pasangan calon yakni H. Moh. Suhaili FT—H. Muh. Amin SH M.Si (Paslon nomor urut 1), H Ahyar Abduh—Mori Hanafi (nomor urut 2), Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (nomor urut 3) dan H. Ali Bin Dahlan—TGH Gede Sakti (paslon nomor urut 4).

Debat ini mendapat perhatian dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKPMS—M) di Malang. Bertempat di Cuscus Coffee, Jumat (25/5) malam kemarin, IKPMS-M menginisiasi acara bedah video debat kandidat Calon Gubernur NTB dengan melibatkan semua organisasi daerah se-NTB yang ada di Malang Raya guna mengenali lebih dalam Cagub-Cawagub yang sedang berlaga dalam kontestasi politik yang sudah diambang pintu ini.

Ketua Pelaksana, Haikal Akkad kepada SAMAWAREA, Minggu (27/5) menilai debat perdana Pilkada NTB 2018 yang digelar 12 Mei 2018 di Hotel Lombok Raya ini masih kurang greget karena belum mampu mengangkat persoalan yang sangat krusial di NTB khususnya di Pulau Sumbawa. “Maksud kami mengadakan pengkajian ulang video debat kandidat ini untuk mengangkat keresahan teman-teman NTB yang ada di Malang Raya. Yang menjadi titik tekan kami agar kedepannya KPUD NTB lebih serius mengangkat isu-isu strategis yang ada di Pulau Sumbawa, misalnya masalah pertambangan dan penggundulan hutan secara massif. Jangan dominan masalah di Pulau Lombok saja. Panelis juga bisa melibatkan tokoh-tokoh dari Pulau Sumbawa,” sarannya.

Sikap primordial ataupun egosentrisme kata Haikal, harus dikurangi karena NTB milik bersama dan menginginkan NTB. “Kita ingin NTB milik semua. Bukan milik sekelompok orang, bukan milik mereka yang ada di Pulau Lombok saja. Karena itu, kita pastikan Pilkada itu berbasis substansi visi misi dan program, serta komitmen mereka membangun NTB ke depan dengan arah keberpihakan yang jelas dan lebih transformatif. Karena NTB masih dikategorikan sebagai salah satu daerah tertinggal oleh pemerintah pusat,” bebernya.

Ditambahkan Egi Khalikur RG selaku Ketua Umum IKPMS-M bahwa tujuan melakukan pengkajian ulang video debat ini adalah untuk memahami apa saja niat baik dari pasangan calon ini kedepannya. Masing-masing wilayah di NTB memiliki kebutuhan yang berbeda. Jadi masih banyak pekerjaan rumah (PR) skala prioritas yang harus diselesaikan oleh Paslon yang terpilih nanti. Karenanya mahasiswa harus mengambil bagian dalam pertarungan politik yang akhir-akhir ini mulai merisaukan masyarakat. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *